Soal Sertipikat, Jokowi Mengurus Hingga 3 Tahun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya pengalaman bagaimana lamanya mengurus sertipikat tanah. Kejadiannya saat ia berusia 34 tahun usai membeli tanah dan mengurus legalitas atas namanya sendiri.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

“Saya menunggu 3 tahun terbitnya sertipikat tanah saya, begitu sertipikatnya keluar senangnya bukan main. Dengan punya sertipikat status kepemilikan tanah menjadi jelas sehingga tidak terjadi konflik yang mengatasnamakan ataupun mengaku-aku tanah miliknya,” kata Jokowi saat menyerahkan secara simbolis sertipikat tanah untuk warga Graha Batununggal Indah di Bandung, pekan ini.

Dengan memiliki sertipikat asetnya bisa menjadi agunan untuk mendapatkan modal usaha dari bank. Jokowi berpesan bila meminjam dana dari bank harus digunakan untuk tujuan produktif sehingga cicilannya bisa dibayar dari hasil usahanya. Masyarakat harus menghindari pinjaman itu untuk membeli barang konsumtif.

Selaon itu juga harus tahu kemampuan mencicil dan kalkulasi bisnis lainnya sebelum meminjam modal ke bank. Jangan sampai terjadi masalah, sertipikatnya ditahan kemudian aset agunannya dijual untuk menutup pinjaman.

“Penyertipikatan tanah ini program prioritas pemerintah, biasanya kita hanya sanggup menerbitkan 500 ribu sertipikat tanah setiap tahun, saya sudah instruksikan kepada Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional supaya bisa menerbitkan 5 juta per tahun. Ini harus cepat karena dari 126 juta bidang tanah yang bersertifikat baru 40 persen,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me