Tingkat Okupansi Hotel di Bali Dipengaruhi oleh MICE

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Kompas.com melansir riset yang dilakukan Colliers International Indonesia yang mengungkapkan kalau lima jaringan hotel menguasai pasar hotel berbintang di Bali.

Kelima jaringan hotel tersebut adalah Accorhotels, Marriott International, Tauzia Management, Archipelago International, dan InterContinental Hotel Group.

Baca juga: Semakin Banyak Pengembang Asing Membangun Proyek Properti di Indonesia

Secara umum, kinerja sektor perhotelan di Pulau Dewata masih belum menunjukkan pergerakan signifikan. Performa okupansi rata-rata per Januari-Februari masih di bawah 70 persen.

Performa okupansi ini ternyata dipengaruhi oleh meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE).

Baca juga: Crown Group Merambah Bisnis Perhotelan di Australia

“MICE menolong kinerja tingkat hunian bertahan di angka 60-66 persen. Sementara periode Januari-Februari memang merupakan low seasons. Lamanya waktu menginap atau length of stay juga menurun,” ujar Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto seperti dikutip oleh Kompas.com.

Ferry menambahkan kalau jumlah kunjungan turis asing pada Januari 2017 meningkat 31,4 persen lebih tinggi ketimbang catatan pada periode yang sama tahun 2016.

Baca juga: Investasi Kondotel di Kawasan Pariwisata Ternyata Masih Menjanjikan!

Sejak 2014, wisatawan asal Tiongkok tumbuh signifikan dan berada di peringkat kedua terbanyak setelah turis asal Australia. Sementara  pelancong asal India menunjukkan peningkatan dramatis dalam empat tahun terakhir.

Sepuluh negara dengan turis terbanyak yang datang ke Bali adalah Australia, Tiongkok, Jepang,    Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, dan Taiwan.

rumah123.com