MICE Dibatasi, Okupansi Hotel di Jakarta Menurun

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto menyatakan kalau tingkat okupansi hotel-hotel di Jakarta pada kuartal I 2017 mengalami sedikit penurunan.

Secara umum, tingkat okupansi kuartal I tahun 2017 ini masih di bawah catatan periode yang sama tahun 2016 lalu yakni sekitar 58-59 persen. Sedangkan kinerja kuartal I 2016 sekitar 60,92 persen.

Baca juga: Semakin Banyak Pengembang Asing Membangun Proyek Properti di Indonesia

Ferry menduga turunnya kinerja okupansi dan penjualan karena berkurangnya kegiatan meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE), dan perjalanan bisnis.

Pendapat senada diungkapkan oleh Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Haryadi Sukamdani.

Baca juga: Penyerapan Ritel Belum Bertambah, Jakarta Tambah Dua Mal Baru

Menurut Haryadi yang juga President Director PT Hotel Sahid International ini, kinerja kuartal I 2017 turun 5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

“Penurunan okupansi ini demikian terasa, meski tidak terlalu signifikan. Selain berkurangnya kegiatan MICE akibat pembatasan pengeluaran pemerintah untuk meeting di hotel, juga pasokan yang semakin banyak,” ujar Haryadi Sukamdani seperti dikutip oleh Kompas.com.

Baca juga: Investasi Kondotel di Kawasan Pariwisata Ternyata Masih Menjanjikan!

Meski demikian, Haryadi optimistis, bisnis hotel di Jakarta akan tumbuh pesat seiring prediksi pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan angka positif dan juga percepatan pembangunan infrastruktur.

rumah123.com