Kota Harus Lebih Efisien dan Kompak

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Membesarnya jumlah penduduk di perkotaan memerlukan penyesuaian dan perubahan gaya hidup yang lebih efisien. Saat ini diperkirakan 54 persen penduduk dunia tinggal di perkotaan dan ini akan terus meningkat di masa mendatang. Sementara area perkotaan lebih terbatas  dengan infastruktur dan fasilitas yang tidak sebanding. Karena itu konsep bermukim dan tumbuh bersama menjadi keniscayaan dan kota menjadi masa depan dunia. Diproyeksikan pada tahun 2050 penduduk di perkotaan akan mencapai 66 persen.

Ilustrasi Kampung Deret

Ilustrasi Kampung Deret

Menurut Prabham Wulung, urbanis alumnus Program Perencanaan Kota dan Real Estat Universitas Tarumanagara, hidup di kota harus efisien, kompak, dan berbagai. Ini karena kota tidak membesar tapi penghuninya terus bertumbuh.

“Masyarakat Indonesia mulai beralih dari hidup di ruang pedesaan ke perkotaan. Ini yang memunculkan tempat-tempat unik yang terbangun dari sebuah komunitas yang disebut kampung-kota yaitu sebuah budaya peralihan dari desa menuju kota,” ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kampung-kota bisa menjadi laboratorium hidup bagaimana sebuah kota tumbuh secara organik. Ke depan kampung-kota harus ditata dalam aturan tegas agar tumbuh lebih sehat dan modern. Cara hidup masyarakat yang sudah teruji ribuan tahun di kepulauan nusantara penting untuk diangkat.  Tujuannya agar hidup mengota bisa sesuai dengan iklim dan daya dukung tanah. “Intinya dengan memerhatikan aspek lingkungan dan kebiasaan masyarakat sehingga cara hidup bersama ini bisa mewujudkan kota yang masyarakatnya tumbuh bersama-sama,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me