Desainer Ini Memanfaatkan Ruang Sisa Lahan Jadi Rumah Prototipe yang Fleksibel

Big Banner
Inilah bentuk Mini Living Breathe yang berdiri di sebuah gang kecil di Kota Milan. Foto: Rumah123/DeZeen

Desainer Mini Living Initiative New York membangun rumah prototipe, Mini Living Breathe namanya. Rumah ini dibangun di kawasan plot perkotaan yang tidak terpakai di Milan (lahan sisa).

Rumah prototipe ini bentuknya unik. Membentang ke atas yang terbungkus kain putih PVC transparan yang mampu menyaring udara. Terdiri atas struktur modular bertingkat tiga.

Baca juga: Serba-Batu Alam, Begitulah Keunikan Rumah di Pesisir Taiwan Ini!

Atapnya dihiasi dengan tanaman. Pemasangan rumah prototipe ini dimaksudkan sebagai strategi hemat ruang perkotaan.

“Breathe mengeksplorasi bagaimana mendapatkan solusi untuk perumahan agar menjadi ekosistem yang aktif. Juga mengubah sebuah rumah yang statis menjadi lebih fleksibel, lebih performatif,” ujar Kepala Kreatif Mini Living, Oke Hauser, seperti dikutip dari DeZeen.

Rumah ini terdiri atas tiga ruang tamu utama untuk istirahat dan tidur. Bagian samping area digunakan untuk kegiatan kolektif.

Foto: Dok. DeZeen

Dinding tekstil ringan memisahkan interior dari lingkungan luar dan membatasi ruang yang berbeda di dalam rumah. Tampilan yang dihasilkan mengaburkan antara ruang publik dan ruang pribadi.

Baca juga: Hunian Vertikal di Jepang Ini Bentuknya Unik Tak Beraturan, Kok Gitu?

Rumah ini juga dilengkapi dengan taman atap. Tanamannya dirancang untuk memberi andil bagi iklim mikro di kota.

“Rumah ini menunjukkan banyak potensi dalam hal bagaimana bisa mengaktifkan ruang sisa. Bagaimana rumah bisa benar-benar terkoneksi dengan lingkungan luarnya juga,” ucapnya. (Wit)

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me