Penjualan Lesu, Tunda Dulu Pembangunan Gedung Perkantoran

Big Banner
Ilustrasi Foto: iStock Photo

Suku bunga perbankan yang rendah tidak berdampak positif bagi properti khususnya gedung perkantoran. Di wilayah central business district (CBD, ruang perkantoran seluas  850 ribu meter persegi atau setara dengan 17 gedung masih belum terisi.

Director Head of Research & Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus mengatakan fundamental ekonomi dan harga properti terbilang cukup tinggi membuat lesunya penjualan.

Baca juga: Produsen Kasur Ini Sediakan Ranjang untuk Karyawan yang Ingin Tidur Siang di Kantor!

“Kalau saya anjurkan, sebaiknya pengembang tunda dulu membangun gedung kantor di kawasan CBD. Kondisi ekonominya belum stabil,” kata Anton saat menyampaikan perkembangan properti kwartal I 2017, di Jakarta, Kamis (20/4).

Selain harga jual atau sewanya sangat tinggi, kesulitan mencari penyewa juga faktor menurunnya tingkat hunian.

Saat berbicara harga sewa, Anton mengungkapkan kalau harga mengalami stagnan sejak 2016 hingga Maret 2017. Berdasarkan proyeksinya, kondisi stagnan itu terus berlangsung hingga 2019 mendatang.

“Akhirnya banyak pemilik gedung perkantoran melakukan promo diskon. Tetapi, harga sewanya juga nggak turun-turun banget,” katanya.

Baca juga: Tarif Sewa Kantor di Kawasan Bisnis Jakarta Menurun

Sementara itu, kawasan Non CBD, masih ada ruang perkantoran sebanyak 600 ribu meter persegi yang masih kosong atau  belum terserap. Namun, di kawasan Non CBD ini, justru pembangunannya bertambah 3 kali lipat.

Menurut Anton, banyak perusahaan memilih kawasan di luar Non CBD dengan alasan harga yang terjangkau sehingga wajar di wilayah itu masih bisa berkembang. (dod)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me