Savills: Stimulus Belum Dorong Pasar Properti Lari Lebih Kencang

Big Banner

TEMPO.CO, Jakarta – Banyaknya stimulus untuk sektor properti di awal tahun ini belum mampu membuat pasar sektor tersebut bergairah dan melaju lebih cepat. Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia Anton Sitorus, mengatakan positifnya berbagai indikator ekonomi, belum mampu mendorong sektor properti bergerak lebih cepat.

Baca: Soal Program DP 0 Rupiah, Bos Lippo Tertarik Bantu Anies

Walaupun pemerintah menekan suku bunga dan membuat  kredit kepemilikan rumah (KPR) menjadi lebih menarik, menurut Anton, tetapi belum sampai membuat masyarakat bondong-bondong membeli properti.   “Karena fundamental ekonomi dan harga properti yang cukup tinggi,” katanya dalam paparan Savills, Kamis, 20 April 2017.

Anton menuturkan rendahnya inflasi juga membuat masyarakat kembali menahan rencana pembelian properti. Inflasi hingga kini menjadi salah satu indikator yang menunjukkan tidak banyak perubahan dalam kegiatan perekonomian.

Baca: Suplai Terbatas, Serapan Properti Retail pada Kuartal I 2017 Rendah

Fundamental perekonomi yang belum cukup kuat juga membuat sejumlah perusahaan pengembang menunda rencananya untuk melantai di bursa. Fundamental perekonomian nasional dan global memang menjadi faktor penting dalam menumbuhkan sektor properti dibandingkan dengan suku bunga, permintaan, dan nilai tukar rupiah.

Anton menyebutkan, aktivitas bursa belakangan sangat selektif. “Dalam 2 tahun terakhir, rencana IPO perusahaan pengembang seperti banyak yang batal atau mundur, karena kondisi yang belum kondusif,” ujarnya.

Selain itu, faktor Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia turut menjadi faktor yang membuat pertumbuhan bisnis, mencakup properti tak terlalu banyak mengalami perubahan. Anton berharap pasar properti masih mampu bertahan dengan kondisinya saat ini meskipun pertumbuhanya melambat.

BISNIS.COM

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me