Lagi, Tentang KPR BTN Mikro Untuk Pekerja Informal (3)

Big Banner

Kementerian PUPR mengapresiasi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumah an Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan apresiasi kepada Bank BTN yang selama ini telah berperan aktif dalam mendukung program-program Pemerintah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan perumahan bagi MBR sebagai bagian dari upaya menyejahterakan rakyat dan bangsa Indonesia.

Kementerian PUPR, kata Basuki, terus mendorong para stakeholder perumahan untuk berperan dalam mengurangi backlog perumahan di Indonesia, terutama melalui kemudahan memperoleh rumah bagi MBR. Dan MBR yang selama ini terbatas aksesnya untuk mendapatkan skema pembiayaan rumah adalah pekerja sektor informal.

Untuk kemudahan akses pembiayaan bagi pekerja informal, Basuki telah mengeluarkan Permen PUPR No. 26 Tahun 2016 tentang Kemudahan dan/atau Bantuan Perolehan Rumah Bagi MBR. Permen PUPR tersebut membuka kesempatan untuk MBR yang bekerja di sektor informal untuk mendapatkan KPR FLPP, yang pada tahun sebelumnya hanya dapat dipenuhi persyaratannya oleh yang bekerja di sektor formal dengan pendapatan tetap.

“Diluncurkannya KPR BTN Mikro paralel dengan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan diberlakukan Pemerintah, dimana pekerja sektor informal yang menjadi peserta Tapera akan mendapat akses kredit mikro sejenis,” ujar Basuki.

Pemerintah sendiri, ujar Basuki, telah meluncurkan berbagai skema pembiayaan perumahan dengan memberikan bantuan pembiayaan untuk meningkatkan daya beli MBR. Pada tahun 2017, Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp9,7 triliun bagi pembiayaan 120.000 unit rumah, Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesar Rp3,7 triliun untuk 225.000 unit rumah, dan Subsidi Bantuan uang Muka (SBUM) sebesar Rp2,2 Triliun untuk 550.000 unit rumah.

Selain itu, mulai tahun ini akan diluncurkan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang merupakan pembiayaan alternatif bagi MBR, termasuk yang bekerja di sektor informal untuk memperoleh bantuan subsidi perumahan dari pemerintah.

Melalui program satu juta rumah, pada tahun pada tahun 2015 telah terbangun 699.770 unit rumah, sedangkan pada tahun 2016 telah terbangun 805.169 unit rumah. Pada tahun 2017 ditargetkan sekitar 1 juta rumah dapat terbangun. “Diharapkan dengan skema inovatif ini, semakin banyak MBR yang menikmati akses pembiayaan rumah layak huni dan murah,” kata Basuki. MPI YS

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me