Dengan Gaji UMP, Sanggupkah Buruh Beli Rumah?

Big Banner

sas.setup({domain:’http://adnetwork.adasiaholdings.com’,async:true,renderMode:0});

sas.call(“std”,{siteId:134986,pageId:749845,formatId:44269,target:”});

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” data-pagespeed-url-hash=”692936075″/></a>

JAKARTA – Kesejahteraan buruh selalu menjadi isu penting ketika perhelatan Hari Buruh Internasional berlangsung. Salah satu faktor kesejahteraan buruh yakni kebutuhan tempat tinggal. Dengan besaran gaji yang mengacu Upah Minimum Provinsi, mungkinkah buruh dapat memiliki tempat tinggal?

Di Jakarta misalnya, mengacu pada UMP DKI Jakarta, maka gaji buruh berada di angka Rp3,35 juta. Semisal angsuran cicilan rumah tiap bulannya yang harus dibayarkan oleh buruh mencapai 30% dari gajinya maka minimal ia harus menyisihkan uang sekira Rp900 ribuan untuk mencicil rumah.

“Nah artinya dengan 900 ribu perbulan yang disisihkan untuk bayar rumah kemudian plus biaya hidup segala macem di Jakarta dengan tingkat inflasi yang tinggi juga ya sebenernya agak menekan buruh juga,” kata peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara dihubungi Okezone di Jakarta.

Ditambah, biaya hidup yang mesti ditanggung tak sebatas mencicil rumah. Masih ada segudang kebutuhan yang tentunya membutuhkan biaya. Oleh karenanya, ia berpendapat, buruh akan semakin sulit untuk dapat memiliki tempat tinggal.

“Ibaratnya buruh kan harus memikirkan biaya anak sekolah, kemudian biaya transportasi pulang-pergi. Apalagi kan kasusnya sekarang kan kayak di kota-kota besar seperti di Jakarta karena dia nggak bisa beli rumah terus akhirnya dia melaju (pindah ke pinggiran) ya kan. Melaju itu ongkos transportasi juga kan harus dihitung,” jelasnya.

Apalagi, harga tempat tinggal di Jakarta sudah semakin tidak terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sehingga sudah semakin sulit mencari rumah yang bisa dicicil dengan biaya dibawah Rp1 juta perbulan.

“Artinya dengan Rp900 ribu cicilan itu bisa beli rumah tipe berapa dulu kan. kalau untuk beli rumah terjangkau di Jakarta juga kan nggak ada ya, katanya Rp350 juta ya minimal. Artinya mereka dibanding beli rumah mereka lebih banyak menyewa itu baru buruh yang dilindungi dengan UMP. Bagaimana buruh di sektor informal,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, tinggal kurang dari 1 minggu lagi Hari Buruh Internasional yang ditetapkan pada 1 Mei akan berlangsung. Hari Buruh Internasional yang akrab disebut May Day Ditetapkan sebagai hari libur nasional Indonesia.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me