Hunian Berbasis TOD Jadi Solusi Penghuni Rusun Gunakan Transportasi Umum

Big Banner
Ilustrasi Foto: iStock Photo

Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) atau Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bisa menjadi solusi untuk memiliki hunian yang layak.

Hingga kini, hanya Perum Perumnas yang masih eksis membangun hunian tersebut dibandingkan perusahaan pengembang swasta. Kesulitan mencari penyewa jadi alasan pengembang swasta enggan membangun rusun.

Penyewa enggan menghuni rusunami atau rusunawa lantaran sulitnya mendapatkan lahan parkir. Padahal saat ini, biasanya orang memiliki kendaraan bermotor.

Baca juga: Di Apartemen Ini Segera Hadir TOD (Transit Oriented Development)

“Masalahnya pasti ada pada lahan parkir yang sempit. Rasio standarnya 1 banding 10. Tetapi, kenyataannya kebanyakan pembangunan rusun rasio parkirnya 1 banding 5. Apalagi yang mengisi parkiran orang bermobil semua,” kata Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir, pada acara Journalist Gathering di Aston Sentul Bogor, Rabu (26/4).

Oleh karena itu, Perumnas mulai mengambil langkah dengan melakukan pembangunan rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) sehingga penghuni rusunami atau rusunawa tidak lagi menggunakan kendaraan pribadinya.

“Ini juga solusi dari kami untuk pembangunan rusunami dan anami (apartemen sederhana milik),” ujarnya.

Baca juga: Perumnas Bangun Perumahan Rp195 Juta di Parung Panjang, Mau?

Pembangunan berbasis Transit Oriented Development merupakan pembangunan sebuah kawasan yang terintegrasi.

Hunian, perkantoran, ritel, dan akses transportasi saling terhubung sehingga penghuni hanya perlu berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum seperti kereta listrik atau bus.

Kawasan yang berorientasi Transit Oriented Development ini akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Penghuni kawasan akan beralih untuk memakai transportasi umum. (dod)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me