Hebat, Insinyur Ini Bangun Jalan Gunakan Limbah Plastik

Big Banner

sas.setup({domain:’http://adnetwork.adasiaholdings.com’,async:true,renderMode:0});

sas.call(“std”,{siteId:134986,pageId:749845,formatId:44269,target:”});

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” data-pagespeed-url-hash=”692936075″/></a>

JAKARTA – Tahukah Anda, minyak bumi diperlukan untuk membangun sebuah jalan? Sebagaimana diketahui, salah satu bahan dasar pembuatan aspal adalah minyak bumi.

Seperti dilansir Inhabitat, Sabtu (29/4/2017), sedikitnya ada 24,8 juta mil panjang jalan yang membentang dipermukaan bumi. Oleh karenanya, dapat dibayangkan ada ratusan juta barel minyak yang dihabiskan untuk membangun jalan sepanjang itu.

Hal itu pun tentunya dapat berdampak negatif bagi kelestarian sumber daya alam di Bumi. Atas dasar itu, seorang Insinyur Toby McCartney menemukan solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

Toby memanfaatkan limbah plastik untuk membangun jalan sebagai pengganti minyak bumi. Dengan demikian, plastik yang selama ini menjadi limbah yang sulit terurai dan mengancam lingkungan dapat dimanfaatkan.

Perusahaannya, MacRebur yang berbasis di Skotlandia mengklaim, pemanfaatan plastik untuk membuat jalan 60% jauh lebih kuat ketimbang menggunakan aspal pada umumnya.

Selain itu, dengan memanfaatkan material plastik, struktur jalan dapat bertahan hingga 10 kali lebih lama.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me