Rumah Jauh dari Tempat Kerja, Waktu Buruh Banyak Terbuang Sia-Sia

Big Banner

sas.setup({ domain: ‘http://adnetwork.adasiaholdings.com’, async: true, renderMode: 0});

sas.call(“std”, { siteId: 134986, // pageId: 749845, // Page : ID_Okezone/okezone_outstream formatId: 44269, // Format : Video-Read 1×1 target: ” // Targeting });

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” /></a>

JAKARTA – Ibu Kota Indonesia, yakni DKI Jakarta menjadi tumpuan hidup jutaan buruh atau tenaga kerja. Namun di antaranya banyak harus tinggal jauh dari lokasi kerja karena terbatasnya kemampuan membeli rumah di ibu kota.

Jauhnya jarak tempat kerja dengan tempat tinggal menimbulkan kerugian bagi kaum buruh, salah satunya soal pengoptimalan waktu.

Oh iya pasti, pasti, bayangkan tiap hari membuang waktu sekian jam di jalan, begitu ya. Itu dari sisi waktu,” kata Ekonom Core Indonesia Akhmad Akbar Susamto dihubungi Okezone di Jakarta.

Selain itu, karena jauhnya jarak dari tempat tinggal ke tempat kerja, ia mengatakan hal itu juga menimbulkan kerugian pada faktor-faktor lainnya.

“Dari sisi tenaga, dari sisi sumber daya yang lain harusnya bisa dipakai kalau untuk kerja,  ya kerja, kalau dipakai untuk keluarga, ya keluarga, itu jadinya hilang semua,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan, dengan jauhnya jarak tempuh menuju tempat kerja membuat pengeluaran buruh menjadi bertambah. Misalnya untuk biaya transportasi dan biaya bensin. (tro)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me