Lippo Siapkan Meikarta Sebagai Pusat Perekonomian Baru

Big Banner

Jakarta – Perusahaan pengembang properti terbesar di Indonesia, Lippo Group, mengumumkan pembangunan kota baru berskala internasional dengan nama visioner “Meikarta”. Adapun tota nilai proyek ini mencapai Rp 278 trilliun.

CEO Lippo Group, James Riady, mengatakan, proyek ini merupakan investasi Lippo terbesar yang pernah dikerjakan selama 67 tahun.

“Dalam dunia properti, sudah lebih dari sepuluh tahun tidak ada pentolan yang terjun untuk membangun proyek besar-besaran. Sudah lama, pentolan-pentolan tidak turun gunung untuk membangun proyek properti. Mungkin sekarang ini sudah waktunya,” kata James Riady, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (4/5).

Untuk investasi yang ditanamkan dalam membangun kota baru di kawasan koridor Timur Jakarta ini, kata James Riady, sebagian besar akan mengandalkan modal internal.

“Untuk pendanaannya dari internal Lippo, walaupun nanti kemitraannya ke mana-mana. Selain itu, Lippo juga akan menggaet beberapa investor dalam membangun kota baru ini. Beberapa investor yang sudah sepakat bekerja sama antara lain, investor dari Jepang seperti Mitsubishi, Toyota, dan Sanko,” tambahnya.

Integrated Township

Konsep awal pembangunan Meikarta, kata James Riady, ditujukan sebagai pusat perekonomian baru. Karenanya, lanjut dia, lokasi pembangunan Meikarta berada di dekat kawasan yang telah berkembang, di koridor Bekasi-Cikarang.

“Dengan demikian, integrasi pengembangan kawasan tersebut bisa mengalir juga ke Meikarta. Apalagi, sebagai pusat perekonomian Indonesia yang baru, konsep pembangunan Meikarta sendiri sudah matang dan terintegrasi, baik dari infrastruktur maupun kawasan sekitarnya,” tambah James Riady.

Proyek Meikarta, lanjut dia, nantinya akan terhubung dengan Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100, Delta Mas, dan kawasan lainnya. Selain itu, proyek ini juga dikelilingi oleh pusat industri dari perusahaan-perusahaan nasional maupun multinasional, seperti Astra, Honda, Toyota, Suzuki, Mitsubishi, Isuzu, Toshiba, Samsung, Panasonic, dan lainnya.

“Sementara dari sisi infrastruktur, akses Meikarta ditunjang oleh akses seperti kereta cepat Jakarta-Bandung, ruas jalan tol Jakarta-Cikampek Elevated Highway, pelabuhan Patimban, Bandar Udara Internasional Kertajati, serta kereta api jenis monorail yang menyatukan sejumlah kota di sekitar Meikarta,” tambahnya.

James mengatakan, Lippo tengah membangun sebanyak 400.000 perumahan dengan daya tampung mencapai dua juta penghuni. Selain itu, lanjut dia, terdapat 200 gedung berlantai 35-46 lantai di mana sebanyak 50 gedung disebut akan siap huni mulai Desember 2018 mendatang.

Sedangkan untuk fasilitas lainnya, Meikarta akan dilengkapi dengan pusat belanja terbesar di Indonesia, dengan total luasan mencapai 500.000 meter persegi.

“Hal itu, masih ditambah fasilitas rumah sakit dan pusat kesehatan internasional, pusat keuangan internasional, lima hotel internasional bintang lima, perpusatakaan nasional, Opera Theatre dan pusat kesenian serta gedung pertemuan berskala internasional,” tambahnya.

Lippo sendiri akan memulai pemasaran proyek Meikarta ini, pada hari Sabtu 13 Mei 2017 di Maxx Box, Orange County, Lippo Cikarang. Adapun kisaran harga yang ditawarkan untuk proyek ini ditawarkan mulai Rp 12,5 juta per meter persegi (m2) disertai dengan fasilitas kredit pemilikan rumah/apartemen dengan bunga dimulai dari 8,2 persen.

“Meikarta menjamin investasi hunian terbaik karena investasi masif infrastruktur dan fasilitas yang dibangun. Meikarta juga akan menampung sebagian penting dari 112.000 karyawan kelompok Lippo Group,” tambah James Riady.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});