Subsidi Perumahan Mengacu pada Gaji Suami-Istri, Bukan Gaji Individual

Big Banner

sas.setup({domain:’http://adnetwork.adasiaholdings.com’,async:true,renderMode:0});

sas.call(“std”,{siteId:134986,pageId:749845,formatId:44269,target:”});

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” data-pagespeed-url-hash=”692936075″/></a>

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengkaji definisi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna melakukan penyesuaian subsidi perumahan.

Nantinya subsidi akan diberikan kepada MBR berdasarkan penghasilan rumah tangga yang merupakan kumulatif penghasilan suami-istri.

Terakhir kali, Kementerian PUPR telah menetapkan bahwa batasan penghasilan bagi MBR yang dapat mengajukan kredit pembiayaan rumah (KPR) dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk rumah tapak adalah dengan batas gaji pokok sebesar Rp4 juta, sedangkan untuk rumah susun sebesar Rp7 juta. 

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengungkapkan bahwa skema tersebut masih dalam pembahasan oleh pihak PUPR. 

Baca Selengkapnya: Tahun Depan, Subsidi KPR Mengacu Penghasilan Rumah Tangga

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me