Edukasi Properti Mesti Bidik Segmen yang Tepat

Big Banner
Country General Manager Rumah123. Ignatius Untung (Rumah123/Dodiek Dwiwanto)

Hampir 60 persen responden, tepatnya 59,39 persen mengaku belum pernah membeli rumah sendiri.

Bahkan, ada 43 persen responden berusia di atas 45 tahun yang belum punya rumah sendiri. Mereka masih mengontrak, tinggal di rumah dinas, atau mendapatkan rumah warisan.

Baca juga: Crown Group Merambah Bisnis Perhotelan di Australia

Sejumlah temuan ini terungkap dalam Sentiment Survey. Situs properti no.1 di Indonesia, Rumah123 kembali melangsungkan Sentiment Survey, riset rutin yang dilakukan dua kali dalam setahun. Rumah123 merupakan bagian dari REA Group Australia.

Menurut Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung, temuan ini mengungkapkan perlunya edukasi properti bagi masyarakat.

Baca juga: Shanghai Bakal Jadi Kota dengan Jumlah Proyek Perkantoran Terbesar Pada 2020

Lebih lanjut, Untung memaparkan para pembeli properti itu terbagi dalam beberapa kategori yaitu investor, seeker, potential buyer, dan non potential buyer.

Potential buyer ini merupakan segmen yang memiliki potensi untuk membeli rumah, namun mereka memilih untuk menunda membeli rumah.

Baca juga: Pangsa Pasar Hotel di Jakarta Dikuasai oleh Hotel Jaringan Internasional

Untung memaparkan kalau potential buyer ini terbagi lagi menjadi lifestyle matters, progressor, dan family matters.

Lifestyle matters merupakan mereka yang tergolong lebih mementingkan gaya hidup dengan membeli dan memiliki barang mewah.

Baca juga: MICE Dibatasi, Okupansi Hotel di Jakarta Menurun

Progressor didominasi oleh generasi milenial yang belum memikirkan untuk mempunyai hunian.

Sedangkan family matters adalah mereka yang mementingkan keluarga, namun terkesan memanjakan anak. Tetapi, tidak memikirkan membeli rumah lantaran khawatir tidak bisa memberikan fasilitas bagus kepada keluarga.

Baca juga: Pengembang Asing Semakin Agresif Kembangkan Proyek di Indonesia

Tiga kategori yang berbeda ini tentunya membutuhkan pendekatan yang berbeda pula.

“Bagaimana edukasi, tinggal bagaimana membidik segmennya saja. Semua stakeholder harus terlibat, pemerintah, developer,” kata Untung.

Baca juga: CGM Rumah123: Edukasi Properti Penting Banget!

Untung menyatakan sebenarnya edukasi yang diberikan tidak perlu terfokus pada edukasi properti, tetapi juga bisa terkait dengan edukasi finansial.

Pengaturan keuangan yang baik akan membuat seseorang bisa mengelola uang sehingga bisa memenuhi kebutuhannya mulai dari pangan, sandang, dan papan.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me