Peluang Investasi Apartemen Membentang di Kota Tangerang

Big Banner

Majalah Properti Indonesia edisi mei 2017, di rubrik Property On sale menurunkan liputan tentang Peluang Investasi Apartemen di Kota Tangerang. Disebutkan selain karena semakin mahalnya harga landed house, permintaan akan hunian vertikal yang tinggi di Kota Tangerang juga karena adanya komitmen pemerintah dalam mengembangkan sistem transportasi terpadu. Sistem ini mengkoneksikan Tangerang dengan Jakarta, di antaranya lewat Bus Rapid Transit (BRT) dan Kereta Commuter Line.

Kota Tangerang yang terletak di Tatar Pasundan, Provinsi Banten termasuk dalam kategori emerging
city alias kota berkembang bersamaan dengan kota satelit lainnya, seperti Bogor, Depok dan Bekasi. Memiliki lima karakteristik kesamaan yakni kinerja ekonomi dalam kota yang berubah secara
signifikan dalam 5-10 tahun terakhir. Kondisi ini direpresentasikan dengan pertumbuhan
ekonomi di atas rata-rata nasional.

Colliers International Indonesia menuturkan, perkembangan Kota Tangerang seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan dan kereta api. Keuntungan lain, Kota Tangerang berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarna Hatta. Berbagai kebutuhan hidup berfasilitas dari beragam level pun hadir di sini. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang mengungkapkan, jumlah penduduk di Kota Tangerang saat ini sudah mencapai kisaran 1.554.827. Per sentase pertumbuhannya mencapai kisaran 4,6 persen per tahun

Pesatnya pembangunan membuat tanah di kota yang berada di tepat di sebelah barat ibu kota negara Indonesia, Jakarta itu semakin langka dan mahal. Tak heran jika apartemen pun tumbuh subur di kawasan Kota Tangerang. Ada yang berdiri sendiri dan ada yang dibangun di dalam kawasan superblok

Apartemen di Kota Tangerang ditawarkan dengan harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp195 juta. Masyarakat yang tidak mampu lagi membeli landed house pun kemudian membeli hunian vertikal. Terutama mereka yang bekerja di berbagai kegiatan bisnis dan industri di Kota Tange rang dan yang aktivitasnya terpusat di Bandara Internasional Soekarna Hatta.

Agung Hadi Tjahjanto, Direktur Utama PT. Bhakti Agung Propertindo, pegembang apartemen Green Cleosa di Jalan Raden Fatah No. 62 Sudimara Barat, Ciledug, Tangerang, mengatakan, “Banyaknya permintaan membuat harga lahan menjadi tinggi, yakni berkisar Rp10 juta per meter persegi. Lahan di Tangerang juga sudah mulai padat. Pembangunan untuk hunian tapak juga terbatas. Sehingga konsep hunian kini bergeser menjadi hunian vertikal seperti apartemen.”

Hal yang sama dikatakan Norman Eka Saputra, Marketing Director Tree Park City, apartemen di Jl MH Thamrin, Tangerang. Menurut Norman, properti residensial kelas menengah merupakan segmen yang masih potensial. Konsumen segmen ini berasal dari kelas keluarga muda dengan kemampuan daya beli yang cukup. ”Segmen menengah masih gemuk, yakni yang harganya berkisar Rp500 juta hingga Rp1 miliar per unit,” kata Norman.

Di Tree Park City, ujar Norman, mayoritas apartemen yang ditawarkan untuk segmen menengah. ”Segmen menengah saat ini merupakan yang paling potensial di Indonesia,” ujar Norman. Permintaan akan hunian vertikal yang tinggi juga karena adanya komitmen pemerintah Kota
Tangerang dalam mengembangkan sistem transportasi terpadu. Sistem ini mengkoneksikan
Tangerang dengan Jakarta, di antaranya lewat Bus Rapid Transit (BRT) dan Kereta Commuter Line.

Tingginya permintaan akan apartemen juga tak lepas dari banyaknya investor yang ingin melipatgandakan uangnya di apartemen. Menurut Norman, pembeli apartemen di Tree Park City akan mendapat keuntungan (capital gain) dari kenaikan harga dan margin sewa yang masing-masing 10 persen per tahun. Terkait pasar sewa, kata Norman, kawasan kota Tangerang masih memberikan prospek cukup cerah.

Untuk apartemen Tree Park City yang berada di tengah kota Tangerang dan berdekatan dengan fasilitas publik, potensi sewa dinilai potensial. Saat ini, ujar Norman, besaran tarif sewa apartemen berkisar Rp 3-4 juta per bulan. Kelak ketika apartemen Tree Park City jadi, harga sewa diperkirakan sudah menyen tuh angka Rp 5 juta per bulan. MPI YS

mpi-update.com