Presiden Jokowi Resmikan Rumah Murah untuk MBR dengan DP 1%

Big Banner

down payment/DP) sebesar 1%.

Seluruh rumah yang dibangun di kompleks tersebut memliki tipe yang sama, yakni 26/60. Setiap rumah memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Presiden memastikan rumah tersebut sangat layak untuk dihuni, karena luasnya yang cukup besar dengan harga yang sangat murah.

“Untuk keluarga kecil, saya kira rumah ini sudah cukup besar, dulu saya malah sembilan tahun mengontrak rumah,” ujar Jokowi saat acara peresmian, di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (4/5)

Jokowi menjelaskan kepemilikan rumah tapak ini bisa terjangkau oleh masyarakat karena disubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Penyediaan Perumahan (FLPP). Dengan adanya bantuan dari pemerintah tersebut, masyarakat hanya perlu membayar uang muka Rp 1,2 juta – Rp 1,4 juta, dengan cicilan angsuran kredit sekitar Rp 750.000 – Rp900.000 20 tahun.

Di temat yang sama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono menjelaskan, proyek rumah tapak bernama Villa Kencana Cikarang ini dibangun di atas lahan seluas 105 hektare. Dengan luas lahan tersebut, total rumah yang akan dibangun mencapai sekitar 8.749 unit rumah.

“Jadi memang ini merupakan proyek untuk mendukung program sejuta rumah pemerintah,” ujar Maryono. (Baca: BTN Telah Kucurkan Rp 144 triliun untuk Program Sejuta Rumah)

Dalam proyek ini BTN menggandeng PT Arrayan Bekasi Development untuk menyediakan rumah tapak murah bagi kalangan MBR. Hingga Maret 2017, Arrayan tercatat telah merealisasikan pembangunan 4.734 unit rumah dalam proyek perumahan Villa Kencana Cikarang ini.

Dari total tersebut, sebanyak 3.612 unit diantaranya telah mencapai akad pembelian. Sementara sebanyak 1.122 unit masih dalam proses akad. Kemudian, sisanya sebanyak 4015 unit masih dalam tahap proses pembangunan.

BTN juga telah menyalurkan kredit kurang lebih senilai Rp 500 miliar untuk proyek tersebut. Fasilitas pinjaman tersebut diberikan baik untuk KPR subsidi bagi 3.612 rumah di perumahan Villa Kencana Cikarang, maupun untuk kredit konstruksi bagi Arrayan.

Meski setiap rumah dibangun dengan tipe yang sama, tapi harganya berbeda. Selisih dari harga terendah dengan yang tertinggi mencapai Rp 29 juta. Menurut Maryono, alasan adanya perbedaan harga ini karena tahapan pembangunan dan lokasi. Semakin cepat masyarakat membeli, maka harganya akan semakin murah. Begitu juga dengan lokasi. Semakin strategis lokasi rumahnya, maka harganya pun akan semakin mahal.

“Jadi memang alasan tahapan dan lokasi saja. Kan ada fasilitas tempat ibadah, taman bermain anak, dan fasilitas olahraga,” ujarnya. (PIT)

 

jktproperty.com