Pekerja Informal yang Berpendapatan Rp1,8-2,8 Juta pun Bisa Dapat Kredit BTN

Big Banner
Bank BTN. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk punya skema kemitraan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) agar pekerja bisa segera memiliki rumah.

Melalui skema tersebut, pekerja bisa mempunyai rumah maksimal sampai harga Rp500 juta dengan DP 1 persen dan bunga kredit plikan rumah (KPR) sebesar 5 persen fixed hingga 20 tahun.

Baca juga: Ada DP 10% dari BTN di Pesona City Depok

Skema lainnya yakni melalui KPR Mikro untuk memiliki atau merenovasi rumah dengan plafon kredit maksimal sebesar Rp75 juta. Kredit ini hanya bagi pekerja informal yang berpenghasilan sekitar Rp1,8 juta-Rp 2,8 juta. Dikenai DP 1 persen dan skema angsurannya  bisa dibayar harian atau mingguan.

Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada April 2015 di Semarang meluncurkan Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah, BTN “kebanjiran” pengajuan KPR dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga: Ini Syarat Ajukan KPR BTN Mikro, Siaaap?

“Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan senilai total Rp 144,37 triliun,” ujar Direktur Bank BTN Maryono saat sambutan di Villa Kencana Cikarang, Kamis (4/5), seperti dikutip dari properti.kompas.com, Jumat (5/5).

Maryono mengatakan, hingga triwulan I 2017, BTN telah menyalurkan kredit perumahan bagi 1,34 juta unit rumah. Jumlah tersebut terdiri atas 433.350 unit yang telah menjadi KPR dan 908.032 unit yang masih dalam proses pembangunan. Di Pulau Jawa, BTN telah menyalurkan KPR dan kredit konstruksi untuk 851.204 unit rumah atau senilai Rp103,82 triliun.

 

rumah123.com