2017, Gaji Cuma Naik 10 Persen, Kapan Bisa Punya Rumah?

Big Banner
Ilustrasi akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Foto: Rumah123/iStock

Kenaikan gaji 2017 tak setinggi tahun lalu, yakni hanya berkisar di bawah angka 10 persen. Harga properti? Ya, tetap tak berpengaruh. Harga properti terus merangkak naik, terlebih supplai memang lebih rendah ketimbang permintaan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa konsumsi rumah tangga kuartal I-2016 sebesar 4,97 persen. Sementara periode yang sama tahun ini hanya 4,93 persen. Artinya, orang Indonesia makin irit belanja.

Baca juga: Ga Juga Beli Rumah, Usia 45 Tahun Masih Tinggal dengan Orangtua

Penyebab utama ternyata berasal dari kenaikan gaji yang tidak sebesar periode sebelumnya. Tergambar dari periode 2016 ada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 12,43 persen, sementara periode sekarang hanya 9,15 persen.

“UMP enggak begitu banyak naik,” ungkap Deputi Bidang Neraca Analisis Statistik, Sri Soelistyowati di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (5/5).

Hal ini kian menguatkan pernyataan bahwa semakin menunda membeli properti, atau hunian atas alasan apapun, sangat mungkin menjadi penyebab kamu takkan punya untuk selamanya. Dalih tabungan yang belum cukup akan membuat uang kamu tak pernah mencukupi.

Baca juga: Hanya 17 Persen Kaum Milenial yang Bisa Beli Rumah, Kenapa?

Sebelumnya, Rumah123 mengungkapkan bahwa kenaikan properti bisa mencapai 20 persen setiap tahunnya, bahkan pada beberapa titik, bisa mencapai 50 persen. Data kenaikan ini diungkapkan Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung, pada jelang akhir 2016 lalu.

Kenaikan penghasilan yang hanya berkisar 10 persen per tahun jelas tak bisa mengejar harga properti. Jika bisa nekat membeli hunian sendiri saat ini, cukup menekan gaya hidup antara 1-2 tahun pertama cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kamu bisa menyelamatkan masa depanmu, bukan?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me