Tiongkok Bangun Pusat Wisata Kesehatan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Hainan, pulau di belahan selatan Tiongkok daratan, akan dijadikan pusat destinasi wisata kesehatan kelas dunia. Untuk itu, pemerintah setempat bersama investor siap menggelontorkan dana hingga 23 miliar reminbi atau hampir Rp 45 triliun.  Investasi sebesar ini untuk mewujudkan 27 proyek wisata kesehatan, antara lain berupa rumah sakit, pusat operasi plastik, sampai penelitian kanker.

online-hainan-tiongkok

Salah satu fasilitas kesehatan pertama milik Evergrande Health Industry Group Ltd. Perusahaan kesehatan yang berbasis di Guangzhou ini akan membuat rumah sakit kanker bernilai 5 miliar yuan. Brigham dan rumah sakit khusus wanita juga akan membantu Evergrande mengembangkan jaringan layanannya, mulai dari pembangunan klinik sampai pelatihan tenaga kerjanya.

Dipilihnya Hainan sebagai pusat wisata tematik mengingat pulau yang disebut-sebut Hawai-nya Tiongkok ini lingkungannya memang cukup layak. Lahannya sebagian berbukit, daerah tepi pantai dan sungainya subur khas kawasan tropis, iklimnya hangat sepanjang tahun dan tidak ada musim dingin. Pulau Hainan sendiri sudah tenar sebagai salah satu kawasan resor indah di pesisir Laut China Selatan.

Ini sejatinya bukan rencana baru karena sudah pernah tercetus tahun 2013. Bahkan pemprov Hainan sudah menyiapkan lahan seluas 647,5 ha. Lahan ini diambil dari lahan pertanian subur di tepi sungai, plus perkampungan nelayan. Zona pertama area rumah sakit sudah akan dibuka pada tengah tahun ini. Rencana tersebut juga didorong tingginya permintaan warga lokal kelas menengah untuk berobat keluar negeri. Mengutip situs wisata Ctrip.com, pada tahun lalu ada setengah juta warga Tiongkok pergi keluar negeri untuk berobat. Mereka lebih memilih ke luar negeri karena pemerintah tidak cepat menanggapi pengobatan terbaru yang sudah diterima di dunia internasional, terutama untuk pengobatan kanker dan jantung. Akibatnya, rumah-rumah sakit di Tiongkok kewalahan menerima pasien, sementara kaum kaya memilih ke Jepang atau AS sekadar untuk pemeriksaan fisik rutin. Karena itu, kawasan wisata bertema kesehatan ini  targetnya bisa mendatangkan satu juta wisatawan pada tahun 2025.

Pengembangan mega proyek property seperti ini  selanjutnya menjadi PR pemerintah. Pasalnya, pemerintah Cina cukup banyak menciptakan kawasan ekonomi khusus bernilai miliaran reminbi, tapi tidak sedikit yang akhirnya jadi “kota hantu”. Contohnya kawasan industri Caofeidian di daerah timur laut, walaupun juga ada yang sukses seperti Shenzhen, perkampungan nelayan tradisional yang kini sudah bersalin jadi kawasan metropolis. Kendati lokasinya cukup jauh kawasan wisata kesehatan di Hainan ini  mudah  diakses melalui udara. Misalnya melalui penerbangan internasional dari Singapura dan Kuala Lumpur,  atau dengan kereta dari Beijing, Shanghai dan Guangzhou, bisa juga dengan kapal laut.

Masalah berikutnya adalah Cina belum mempunyai cukup dokter berkualitas. Persaingan fasilitas medis sangat ketat. “Untuk membangun fasilitas kesehatan yang punya kapabilitas di Hainan bukan hal mudah, sebab harus dipikirkan bagaimana menarik mereka yang bertalenta untuk mau bekerja dan tinggal di daerah yang jauh, sementara di kota-kota utama Tiongkok kebutuhan dokter berkualitas sangat tinggi,” ungkap Chen Bo, associate partner at consultancy McKinsey & Co.

Fasilitas kesehatan yang saat ini siap dibuka di kawasan wisata khusus Hainan saja, dinilai masih belum rampung seluruhnya. Sejumlah fasilitas, termasuk rumah-rumah prefabricated masih dikerjakan. Jalan-jalan juga masih belum rapi, bahkan masih jadi tempat penampungan material bangunan. “Keberadaan zona khusus ini memang akan memberi keuntungan bagi pulau Hainan, tapi kesuksesan zona tersebut pada kualitas layanan dan standar teknologi medisnya,” tandas LI Peijuan, analis dari salah satu lembaga riset di Tiongkok, Forward Industries Institute.

Sumber: Bloomberg

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me