GDC Tak Cemas Maraknya Hunian Vertikal

Big Banner

 

DEPOK- Maraknya pembangunan hunian vertikal di Depok, Jawa Barat tak membuat cemas pengembang Grand Depok City (GDC), PT Sanubari Mandiri Realtindo (SMR Group). GDC adalah proyek hunian tapak seluas 350 hektare (ha) yang terletak di kota Depok.

“Mayoritas konsumen di Depok masih memilih rumah tapak, yakni sekitar 60% dan pembeli 40% memilih vertikal,” kata General Manager Project GDC Tony Hartono, di Depok, Minggu (7/5).

Karena itu, tambah dia, maraknya pembangunan apartemen di Depok tidak terlalu berpengaruh bagi bisnis rumah tapak. Depok menjadi pilihan banyak orang, terutama bagi mereka yang bekerja di Jakarta.

“Dengan ketersediaan hunian dan fasilitas pendukung seperti transportasi umum, sekolah, rumah sakit, kantor administrasi, pusat jajanan dan pusat perbelanjaan, membuat kota Depok menjadi pilihan bagi para pasangan muda dan usia produktif,” kata dia.

Terkait hal itu, tutur Tony, GDC meluncurkan klaster New Anggrek II sebanyak 400 unit. Hunian yang ditawarkan mulai dari tipe 37 hingga 78 dengan luas tanah 120 meter persegi. Harga hunian itu berkisar 600 juta hingga Rp 1,3 miliar per unit.

“Sedangkan untuk sarana komersial di jual mulai dari Rp 1,2 miliar hingga sampai Rp4 miliar perunit,” jelas Tony.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me