Anas Minta Pengembang Pastikan Ketersediaan Fasum-Fasos

Big Banner

Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di perumahan-perumahan untuk memastikan keberadaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di tempat tersebut.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam penataan ruang. Selain telah ada ada aturannya, penyediaan fasum dan fasos juga sangat penting bagi warga perumahan. Dua fasiltas yang dimaksud antara lain jalan penghubung, drainase, taman bermain, tempat ibadah, dan ruang terbuka hijau (RTH).

“Fasum dan fasos merupakan hak warga perumahan yang wajib dipenuhi oleh para developer (pengembang). Keberadaannya sangat penting sebagai sarana aktualisasi warga seperti bersosialisasi, kegiatan pendidikan maupun keagamaan. Apalagi ini ada aturannya,” kata Anas, di Banyuwangi, Jumat (5/5).

Anas menyebutkan, Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 11/2008 tentang Pedoman Keserasian Kawasan Perumahan dan Permukiman yang mengatur bahwa 30 persen dari lahan yang ada digunakan untuk fasum dan fasos.

“Kita pun sudah mengaturnya dalam Peraturan Daerah Nomor 7/2013 yang mengatur bahwa setiap pengembang wajib memenuhi aturan soal fasum dan fasos. Bila tidak, akan terkena sanksi mulai teguran tertulis sampai pengumuman di koran dan pencabutan izin perusahaan,” ujar dia.

Pemkab Banyuwangi akan memberikan fasilitas pemeliharaan fasum dan fasos dengan syarat pengembang mau menghibahkan fasilitas tersebut kepada pemerintah daerah. Hal ini tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 15/2017.

“Kami berkepentingan untuk memastikan fasum dan fasos bagi warga tersedia dan terpelihara dengan baik. Ini salah satu cara kami untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” pungkas Anas.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756192,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_nasionalformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me