Kalau Mau Beli Rumah Pake Bantuan Dana BPJS TK, Datangi Bank Dulu Ya!

Big Banner

 

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Belum punya rumah? Mau beli, tapi bingung duitnya dari mana? Kalau kamu sudah bekerja selama satu tahun, sudah punya penghasilan, ada jalannya untuk dana beli rumah.

Pertama, tentunya kamu harus menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK), minimal sudah satu tahun. Patuh membayar iuran setiap bulan tanpa bolong-bolong. Juga mengambil program Jaminan Hari Tua (JHT) dalam keanggotaan BPJS TK.

“Sebab, dana bantuan untuk pembiayaan rumah pekerja kan memang diambil dari dana JHT,” kata Kepala Divisi Komunikasi BPJS TK, Irvansyah Utoh Banja, kepada Rumah123 di ruang kantornya di Jakarta, Senin (8/5).

Baca juga: Pekerja Harus Segera Punya Rumah, BPJS TK Bantu Pembiayaannya

Dana bantuan untuk rumah subsidi harganya sekitar Rp140 jutaan, sedangkan untuk rumah non-subsidi maksimal Rp500 jutaan. Selain itu, juga ada dana bantuan renovasi rumah maksimal Rp50 juta.

Untuk rumah subsidi, menggunakan skema pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Yakni uang muka (DP) 1 persen, suku bunga 5 persen fixed sepanjang masa mencicil selama maksimal 20 tahun. Demikian pula untuk rumah subsidi, suku bunga KPR-nya mengacu pada ketentuan yang ditetapkan pemerintah yaitu 5 persen.

Sudah dibantu BPJS TK untuk kredit rumahnya, tapi kamu masih belum bisa punya rumah karena terganjal uang mukanya? Jangan khawatir, BPJS TK juga menyediakan dan bantuan untuk uang muka perumahan (UMP).

Baca juga: Pekerja Informal Juga Bisa Dapat Dana Pinjaman DP Rumah Loh, Asal…

“UMP merupakan bagian dari program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) kami. Tapi, UMP ini hanya berlaku untuk rumah subsidi,” kata Utoh, nama sapaan Irvansyah Utoh Banja.

Suku bunga pinjaman UMP yakni BI Repo Rate ditambah 3 persen. “Yang 3 persennya itu flat, tapi yang BI Repo Rate-nya fluktuatif,” ucap Utoh.

Jangan lupa, dana bantuan beli rumah tersebut syaratnya harus rumah pertama. Kalau kamu sudah punya rumah, tetap bisa dapat bantuan pembiayaan rumah yakni untuk renovasi.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan akan Bantu 25.000 Rumah Pekerja

“Untuk renovasi, maksimal dana yang dipinjamkan Rp50 juta. Suku bunganya sesuai BI Repo Rate ditambah 3 persen. Jadi, semisal BI Repo Rate-nya 4,7% ditambah 3% sehingga suku bunganya jadi 7,7%,” kata Utoh.

Meskipun BPJS TK sudah menyediakan biaya perumahan bagi para pesertanya, namun persetujuan akhir apakah peserta bisa mendapatkannya adalah pihak bank. Hanya bank yang punya sistem kredit yang telah teruji.

Baca juga: Pekerja Informal Juga Bisa Dapat Dana Pinjaman DP Rumah Loh, Asal…

“Jadi, prosedur adalah tetap, yakni peserta harus mendatangi bank dulu. Kemudian, pihak bank-lah yang akan mengurusnya ke BPJS TK. Bila kami sudah acc, maka pihak bank akan memproses KPR-nya seperti prosedur biasa,” tutur utoh.

Jadi, kamu harus ke pihak bank dulu untuk permohonan KPR. Katakan bahwa kamu akan menggunakan fasilitas pembiayaan perumahan dari BPJS TK. Untuk saat ini, kamu bisa mendatangi Bank Tabungan Negara (BTN) yang sudah punya kerja sama dengan BPJS TK.

“Nantinya kami akan memperluas dengan BRI, BNI, Mandiri, dan bank-bank daerah,” kata Utoh lagi.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me