KPR Mikro BTN Bisa Untuk Beli Rumah Petak

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – KPR Mikro BTN menjadi terobosan untuk melayani pekerja informal memiliki rumah. Selama ini mereka tidak dapat mengakses KPR karena tidak mempunyai penghasilan tetap. Misalnya pedagang pasar, pemilik warung kelontong, dan profesi-profesi sejenisnya. BTN mengeluarkan produk ini pada Februari 2017 lalu agar para pekerja informal bisa menjangkau hunian bersubsidi yang ditujukan untuk kalangan menengah bawah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Plafon KPR Mikro tidak besar, maksimal Rp75 juta sehingga belum mencukupi untuk membiayai rumah murah. Menurut Budi Permana, Kepala Departemen Rumah Subsidi Bank BTN, progam KPR Mikro ini siasat agar kalangan pekerja informal bisa mendapatkan KPR sebagaimana kalangan pekerja formal dapat KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). KPR FLPP adalah KPR bersubsidi dengan bunga 5 persen dan penerimanya bebas PPN dan hanya membayar DP 1 persen bila membeli rumah.

Menurut riset BTN banyak pekerja informal yang memiliki kemampuan mencicil tapi terkendala berbagai aturan formal ketika ingin mengakses KPR FLPP. “Jadi, KPR Mikro bisa menjadi jembatan para pekerja informal untuk memiliki rumah atau membiayai pembangunan rumahnya,” ujarnya kepada housing-estate.com di acara diskusi tentang program sejuta rumah di Jakarta, Selasa (9/5).

KPR Mikro pemanfaatannya lebih fleksibel, tidak harus untuk membeli rumah di perumahan yang dikembangkan developer. Contohnya pedagang bakso di Jakarta, ia bisa membeli rumah petak dekat tempat berjualan. Fasilitas kredit ini juga dapat digunakan untuk membiayai konsep rumah tumbuh. Misalnya kreditnya untuk membeli tanah murah senilai Rp50 juta. Beberapa tahun kemudian setelah harga tanahnya naik dapat mengajukan kredit tambahan (top up) ke BTN untuk membangun, misalnya rumah 1 kamar berikut kamar mandi dan dapur. Pinjamannya masih bisa di top up lagi untuk membangun hunian lebih besar.

“Kredit ini sangat cocok untuk pekerja informal yang kemampuan mencicilnya Rp450 -500 ribu per bulan. Terkait bunganya memang kita terapkan bunga pasar karena program ini tidak mendapatkan subsidi seperti seperti KPR FLPP,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me