Jakarta Selatan Masih Menjadi Lokasi Favorit Ekspatriat (3)

Big Banner

Penurunan Ekspatriat

Dalam laporan yang sama, konsultan properti Colliers juga mencatat, dalam kurun empat tahun terakhir, yaitu 2011-2015, telah terjadi penurunan tenaga kerja asing di Indonesia. Kemerosotan terbesar terjadi pada tahun 2015, yang mana jumlah ekspatriat tak lebih dari 69,025 orang.

Hal tersebut, tak terlepas dari melemahnya sektor minyak dan gas secara global, sehingga mengakibatkan banyak perusahaan migas global yang mentup kantornya di Jakarta. Penutupan tersebut berbuntut terhadap banyaknya ekspatriat yang dipulangkan ke negara asalnya, yang akhirnya membuat permintaan sewa hunian pun kini mulai melesu.

Selain itu, adanya peraturan imigrasi mengenai izin kerja WNA yang mewajibkan Tenaga Kerja Asing (TKA) harus diperbarui tiap tahunnya juga ikut andil dalam penurunan sewa hunian, serta pemilihan tipe hunian yang mereka pilih. Ekspatriat lebih memilih higrhise full furnished dibanding landed lantaran mereka tidak membawa barang pribadi dari negara asalnya.

Hal lain yang menyebabkan ekspatriat lebih memilih apartemen karena pekerja asing yang datang ke Indonesia didominasi tenor yang lebih pendek dari sebelumnya. Sebab, banyak perusahaan yang mulai memotong anggaran untuk mempekerjakan TKA dengan periode yang lebih singkat. Sehingga ekspatriat memilih apartemen karena mereka tidak membawa serta pasangan atau keluarganya.

Di tengah kemandekan industri minyak global dan adanya regulasi yang sulit, tak melulu membuat ekspatriat berhenti untuk datang ke tanah air. Buktinya, di tahun 2016, terlihat adanya peningkatan jumlah tenaga asing yang masuk ke Indonesia, yakni sekitar 74,183 jiwa. Sebagian besar eskpatriat yang masuk berasal dari Asia, terutama dari Tiongkok dan Korea Selatan. Namun, hal tersebut justru tidak berpengaruh banyak terhadap sektor sewa hunian di kawasan Jakarta Selatan. Pasalnya, sebagian besar proyek-proyek mereka berada di luar wilayah Jakarta. Sehingga, ekspatriat tersebut ditempatkan di lokasi yang dekat dengan sekitar pabrik atau proyek mereka bekerja. MPI RAG (Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me