Jakarta Selatan Masih Menjadi Lokasi Favorit Ekspatriat (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia di rubrik Monitor menurunkan ulasan tentang tempat tingal favorit Ekspatriat. Disebutkan identik dengan pekerja asing yang berpendidikan tinggi, kaya, dan memiliki gaji besar. Maka tak heran, bila mereka mengisi kantung-kantung pemukiman di kawasan elite Jakarta, sebut saja Pondok Indah, Kemang, atau Kuningan.

Sebagai ibu kota negara, Jakarta merupakan pusat bisnis dan perekonomian negara. Banyak perusahaan baik nasional, maupun multinasional yang mengoperasikan kantornya di tanah Betawi ini. Seiring berjalannya waktu, hadirnya perusahaan-perusahaan asing ini lah yang menjadi jembatan para ekspatriat untuk tinggal dan menetap DKI.
Berdasarkan laporan Colliers International Indonesia Kuartal IV 2016 yang dirilis pada 16 Februari 2017 lalu, menunjukkan bahwa kawasan Jakarta Selatan masih belum tergantikan sebagai lokasi favorit bagi kaum ekspatriat dalam mencari hunian di Ibu Kota Jakarta. Beberapa lokasi yang menjadi pilihan adalah Pondok Indah, Kebayoran Baru, Kemang, Cilandak, Cipete, Pejaten, dan Permata Hijau.

Letaknya yang strategis, fasilitas yang lengkap berkelas sosialita, serta banyaknya tempat hiburan merupakan faktor mengapa Jakarta Selatan begitu diminati oleh kalangan ekspatriat. Sebut saja, sekolah internasional, klub internasional, rumah sakit internasional, pusat hiburan, lapangan golf, dan lain-lain.

Karena hal tersebut, tak heran jika daya tawar rumah-rumah tersebut sangat tinggi di mata orang asing. Colliers mencatat, harga rata-rata sewa rumah pada tahun 2016 di kawasan Jakarta Selatan dihargai USD2,500 – USD3,000 per bulan untuk rumah berukuran 300-350 meter persegi dengan 3 kamar tidur, 400-700 meter untuk rumah dengan empat kamar tidur seharga USD3,800 -USD5.000 per bulan. Sedangkan townhouse yang paling digemari kaum ekspatriat adalah ukur an 300-700 meter yang dilengkapi dengan kolam renang, dengan harga sewa USD2500-USD3000 per bulan, atau sekitar Rp325.000.000-Rp390.000.000.

Banyaknya serbuan ekspatriat, serta la han di Jakarta Selatan yang semakin terbatas membuat harga sewa terus naik. “Karena hunian buat ekspatriat di Jakarta Selatan ini terbatas, harga sewa terus mengalami peningkatan sampai 40%,” papar Associate Director Colliers Internasional Ferry Salanto, Jakarta, belum lama ini. Selain itu, adanya kenaikan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) di 2014 lalu, juga turut andil naiknya harga sewa untuk kalangan Ekspatriat. Sebagai contoh, kenaikan NJOP di kawasan Kebayoran Baru sebesar 105%, sehingga tarif sewa untuk rumah dengan 5 kamar tidur naik sebesar 30%, yang sebelumnya USD10.000, menjadi USD13.000 tiap bulannya. . MPI RAG. (Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com