Lippo Bangun Kota Meikarta, Ini Kata Pengamat Properti

Big Banner

TEMPO.CO, Jakarta –  Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, menilai rencana Lippo Group membangun kota mandiri berskala internasional bernama Meikarta realistis.

“Pada dasarnya mereka punya kapasitas. Kalau sekarang mau bikin kota baru, saya pikir Lippo bisa,” kata Anton saat dihubungi Tempo, Ahad, 7 Mei 2017.

Anton mengatakan Lippo mampu membangun kota baru di kawasan Cikarang itu karena sudah pernah menjadi pengembang pertama yang mendirikan kota mandiri yang lengkap dari sisi perumahan, komersial, dan industri. Contohnya adalah Lippo Karawaci dan Lippo Cikarang.

Baca: Perhitungan Lippo Berani Berinvestasi Besar di Meikarta Cikarang

Meski begitu, Anton melihat kesuksesan pembangunan itu sendiri akan tergantung pada perencanaan dan strategi yang digunakan. Menurut dia, salah satu faktor yang mempengaruhi ialah pengadaan perumahan yang terjangkau untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

Anton melihat pengadaan rumah terjangkau masih sangat jarang. Padahal, kebutuhan masyarakat akan perumahan di kawasan Jabodetabek masih banyak, meski pasar properti secara umum sedang melemah.

Baca:  Anies-Sandi Pimpin Jakarta, Bos Lippo Ajukan Permintaan

Masalahnya, kata Anton, sebagian orang yang membutuhkan rumah tidak mampu membelinya. “Mereka ada uangnya, tetapi tidak mampu menjangkau uang DP dan cicilan karena harga rumahnya tinggi,” kata Anton.

Lippo sendiri berencana membangun 250 ribu perumahan yang dapat menampung lebih dari 1 juta komunitas perkotaan. Harga produk properti di sekitar koridor Bekasi-Cikarang mencapai Rp 18-20 juta meter persegi.

Baca: Soal Program DP 0 Rupiah, Bos Lippo Tertarik Bantu Anies

Perusahaan akan menawarkan produknya dengan harga di bawah Rp 12,5 juta per meter, serta kredit kepemilikan rumah atau apartemen selama 20-25 tahun dengan suku bunga 8,25 persen. Selain itu, Lippo juga menawarkan booking fee Rp 2 juta dan uang muka 10 persen dari total harga produk properti di Meikarta.

Anton menilai, penawaran untuk menjangkau kalangan menengah bawah itu bagus. “Asal harga sesuai. Bukan hanya bilang target menengah ke bawah lalu harganya tak terjangkau. Kalau benar ya kita senang dong,” ucapnya.

FRISKI RIANA

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me