UHR GIB Ajak Masyarakat Terapkan Smart Investment

Big Banner

Jakarta – Graha Investama Bersama (GIB) Land konsisten menghadirkan dan membangun properti dengan berorientasi membangun masyarakat “We Build Society”. Melalui Urban Heights Residences (UHR), GIB Land mengajak masyarakat untuk melakukan investasi dengan cara yang smart.

Di iklim usaha saat ini, berinvestasi di bidang properti menjadi pilihan yang sangat menarik dan tepat. Pada dasarnya, kebutuhan manusia ada tiga (3) yaitu sandang, pangan dan papan yang akan terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya jumlah manusia.

Papan/properti adalah kebutuhan primer manusia. Namun, harus dilihat dengan cermat bentuk investasi dan pilihan properti seperti apa yang dapat memberikan keuntungan sesuai dengan kebutuhan manusia/pasar tersebut. Karena tidak semua properti dapat menguntungkan dengan cepat.

“Peluang keuntungan dalam berinvestasi secara smart di properti sangat terbuka, baik secara jangka pendek dan/atau jangka panjang, sesuai kebutuhan manusia tersebut dengan melihat segala risikonya. Karena pada hakekatnya, tujuan investasi di bidang properti adalah untuk jangka panjang, bukan jangka pendek,” ujar Hanifa Cokrodiharjo, Presiden Direktur GIB Land dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/5).

Dia menontohkan, ketika seseorang membeli rumah yang pertama, dia sedang memenuhi kebutuhan utamanya. Kemudian, ketika hidupnya sudah lebih mapan dia membeli rumah yang kedua, di situlah gambaran proses investasi jangka panjang.

“Tidak sembarangan dalam memilih investasi, yang mana harus disesuaikan dengan kebutuhan manusianya. Sebagai contoh, seseorang membeli properti itu seperti seseorang yang akan menikah, mereka memikirkan dengan baik pilihannya sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Kedua contoh di atas merupakan sifat investasi jangka panjang. Untuk itulah kami rancang dan perhitungkan dengan cermat, berinvestasi properti di proyek UHR dapat dinikmati oleh pembeli/customer ke depannya,” katanya.

Namun, ada juga investasi properti yang sifatnya jangka pendek yang sangat diminati, contohnya adalah properti yang sudah tersedia kriterianya sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Sehingga pemilik dapat menikmati keuntungan dengan cepat.

Menurut Hanifa, investasi di bidang properti itu sangat tepat, karena properti merupakan sesuatu yang bisa dilihat (ada barangnya). “Berinvestasilah di properti dengan konsep lokasi yang baik serta fasilitas yang lengkap, sehingga minat orang lain terhadap properti tersebut akan selalu cukup tinggi, karena tersedianya fasilitas pemerintah serta akses yang mudah dan memadainya sarana prasarana ekonomi. Dan pemilikpun atau investor dapat menikmati hasil sewa bulanan atau tahunan, bahkan harian untuk properti yang bersifat high rise (apartemen),” katanya.

Menurut dia, berinvestasi di properti sudah menjadi kebutuhan primer. Hal ini adalah pemenuhan kebutuhan manusia/keluarga, sehingga dapat diartikan secara tidak langsung menjadi bagian dari biaya operasional (living cost) yang harus dikeluarkan terlebih dahulu.

“Karena kebutuhan harian tidak bisa dilepaskan begitu saja (seperti: bayar tagihan listrik, telpon, sewa/beli properti dan biaya operasional lainnya). Secara tidak langsung dan tanpa disadari, manusia sudah melakukan investasi di properti sejak dini,” ucapnya.

Bicara mengenai biaya operasional, tidak dapat dipungkiri bahwa opex (operational expenditure) dan capex (capital expenditure) menjadi salah satu biaya hidup yang harus direncanakan. Khususnya kaum urban atau mereka yang baru mulai bekerja atau baru menikah.

Proyek UHR disiapkan untuk mereka yang ingin memulai berinvestasi, khususnya kaum urban. Dengan nilai properti yang relatif tidak mahal, kualitas bangunan yang baik, serta fasilitas properti yang lengkap, dipastikan kehidupan di UHR ini dapat mengefisiensikan opex dan capex tersebut.

Contohnya melalui apps Urbanworld milik UHR, lanjut dia, jika penghuni ingin menuju Jakarta atau tujuan lainnya, bisa menumpang kendaraan dengan tetangganya (efisiensi biaya untuk penumpang dan pemilik kendaraan/sharing biaya bensin.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me