BPI Siapkan Pembangunan Ayala Tower

Big Banner

Jakarta – PT Buana Pacifik International (PT BPI) sebagai pengembang proyek superblok Gayanti City at CBD Gatot Subroto, menggelar prosesi penutupan atap (topping off) menara hunian Gayanti City Residence, di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (20/5).

Proses penutupan atap ini, merupakan yang pertama dari tiga tower yang ada di kawasan superblok Gayanti City yaitu, dua tower apartemen premium strata title (Gayanti City Residence dan Ayala Tower) dan satu tower perkantoran strata title (Gayanti City Premium Office Tower).

Vice President Director PT BPI, Muhamad Saugi, mengatakan, berbarengan dengan seremonial topping off ini, pihaknya akan segera memulai pembangunan dan pemasaran menara kedua, Ayala Tower, sebagai apartemen dengan konsep smart and modern untuk kalangan profesional yang dinamis, di pertengahan kuartal keempat tahun ini.

“Untuk jumlah hunian di menara kedua ini mencapai 420 unit, dengan pilihan tipe one bedroom yang memiliki luasan 47 meter persegi sampai dengan two bedroom dengan luasan 86 meter persegi. Adapun harga jualnya, mulai dari Rp 2,1 miliar sampai dengan Rp 3,8 miliar per unit,” kata Saugi.

Baca Juga: Penjualan Gayanti City Residence Capai 70 Persen

Lebih lanjut, Saugi mengatakan, PT BPI selaku pengembang juga telah menunjuk Rosewood Living sebagai interior designer and build untuk pembuatan show unit Ayala Tower, yang rencananya akan dimulai pada bulan Agustus 2017.

“Alasan pemilihan Rosewood Living karena melihat pengalaman mereka yang cukup panjang di bidang interior, sehingga merupakan jaminan dari kualitas show unit yang bagus bisa disajikan untuk konsumen,” kata dia.

Menara Perkantoran

Lebih lanjut, Saugi mengatakan, untuk menara perkantoran strata title Gayanti City Premium Office Tower, pihaknya akan mulai memasarkannya dalam waktu dekat.

“Untuk ketinggian menara perkantoran mencapai 39 lantai, dengan tujuh lantai diantaranya untuk areal parkir. Sedangkan untuk kisaran harga jualnya sendiri, belum kita tentukan. Jika melihat harga di kawasan sekitar proyek ini, kemungkinan mulai di kisaran Rp 40 jutaan per meter persegi,” jelasnya.

Walaupun belum resmi dipasarkan, lanjut dia, sekitar 50 persen dari total area perkantoran tersebut, telah memiliki pembeli. Dalam hal ini, kata Saugi, area perkantoran tersebut diambil oleh pemegang saham utama dari proyek ini.

“Sedangkan untuk sisanya, akan kami pasarkan kepada calon pembeli yang mencari area kantor di sekitar kawasan CBD Gatot Subroto,” jelas dia.

Menurut Saugi, lokasi proyek menjadi salah satu keunggulan utama dari proyek Gayanti City at CBD Gatot Subroto.

“Lahan yang strategis ini, bisa dibilang merupakan yang terakhir di kawasan Gatot Subroto. Tidaklah mengherankan, jika banyak calon konsumen yang berminat akan proyek ini,” jelas dia.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me