Kempupera Bakal Bangun Tiga Rusunawa di NTT

Big Banner

Kupang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan berkomitmen dalam melaksanakan program penyediaan hunian yang layak di Indonesia Timur. Kali ini Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mendapatkan bantuan tiga Rusunawa pada tahun 2017.

“Pembangunan perumahan harus jadi prioritas Pemerintah daerah selain sandang dan pangan. Rumah itu tempat pembinaan dan pendidikan keluarga jadi ya mau tidak mau harus dipenuhi,” ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kempupera, Syarif Burhanuddin, dalam siaran persnya, Rabu (17/5).

Syarif menjelaskan, pembangunan hunian vertikal seperti Rusunawa adalah satu program pemerintah dalam Program Satu Juta Rumah. Ada tiga Rusunawa yang akan dibangun oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di Provinsi NTT.

Pertama, Rusunawa Seminari Santo Yohanes Paulus II di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Ke dua, Rusunawa Ponpes Walisanga di Kota Ende dan ketiga adalah Rusunawa Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) di Kabupaten Kupang.

Menurut Syarif, pembangunan Rusunawa mahasiswa Unwira ditargetkan selesai pada bulan Oktober mendatang. Pembangunannya dilaksanakan oleh SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi NTT yang berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan.

Untuk mendorong agar Rusunawa mahasiswa di kampus tersebut dapat segera terhuni, pihak Kempupera juga akan melengkapi bangunan bertingkat tiga itu dengan berbagai fasilitas lainnya mulai dari tempat tidur, meja belajar, air bersih, listrik dan prasarana sarana dan utilitas lainnya.

Berdasarkan data yang ada, Rusunawa Unwira ini akan dibangun setinggi tiga lantai. Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai angka 30 persen lebih. Biaya yang digunakan berasal dari APBN sebesar Rp 12,153 miliar. Rencananya, pembangunannya dilaksanakan selama 240 hari kalender mulai 21 Februari 2017 dan berakhir pada 20 Oktober 2017.

Luas Rusunawa Unwira secara keseluruhan memiliki ukuran 30 meter x 85 meter. Bangunan tersebut nantinya memiliki 37 kamar dan setiap kamar akan dihuni 4 orang mahasiswa. Sedangkan di lantai satu diperuntukkan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Jadi Rusunawa ini diperkirakan dapat menampung 148 orang mahasiswa.

“Kami harap nanti setelah selesai dibangun pihak kampus bisa segera mengelola Rusunawa ini dengan baik dengan membuat peraturan bagi mahasiswa yang tinggal di hunian vertikal ini. Yang penting adalah biaya sewa tinggal di Rusunawa ini jangan sampai memberatkan mahasiswa baru yang tinggal dan harus lebih murah daripada tinggal di kos-kosan,” katanya.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menyatakan, pihaknya hanya bisa mengucapkan terimakasih atas bantuan Kementerian PUPR dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan perumahan bagi masyarakat NTT.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan pembangunan infrastruktur dan perumahan dari Kempupera,” katanya.

Kempupera, kata Frans Lebu Raya, selain membangun waduk-waduk di NTT, juga terus mendorong penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Adanya Rusunawa yang sangat lengkap fasilitasnya juga akan mendorong pendidikan bagi mahasiswa di daerahnya.

“Kami banyak menerima bantuan Rusunawa dari pemerintah dan kali ini Unwira mendapatkan bantuan serupa. Kami harap Rusunawa bisa mendukung mahasiswa belajar tertib dan disiplin untuk menyelesaikan masa kuliahnya,” pungkasnya.

 

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me