Kembangkan LRT City, Adhi Karya Investasi Rp12 Triliun

Big Banner

PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel memberikan solusi kepada masyarakat dengan menghadirkan LRT City. LRT City merupakan sebuah kawasan hunian dan komersial yang berlokasi di area yang terintegrasi dan terkoneksi langsung dengan sistem transportasi massal, salah satunya adalah Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

LRT City mengusung konsep TOD dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata ruang campuran dan terpadu (mixed-use), maksimalisasi penggunaan angkutan masal seperti LRT dan BRT yang dilengkapi dengan jaringan pejalan kaki / sepeda.

Amrozi Hamidi, GM Transit Oriented Development & Hotel PT AdhiKarya (Persero) Tbk. menjelaskan, Jakarta, saat ini telah menjadi salah satu kota megapolitan dengan jumlah penduduk paling padat di dunia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 10 juta jiwa, menjadikan wilayah Jakarta sangat padat.

Ditambah dengan keberadaan kaum urban, yaitu penduduk yang bertempat tinggal di sisi luar Jakarta namun bekerja di Jakarta, menjadikan kemacetan lalulintas di kota megapolitan ini menjadi semakin luar biasa. ”Diperkirakan, kerugian secara ekonomi mencapai Rp. 28,1 triliun per tahun, akibat dari kemacetan di Jakarta,” kata Amrozi.

Pemerintah telah mengambil langkah strategis, dengan membangun sistem transportasi massal, baik itu Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Bus Rapid Transit (BRT), yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan yang sangat merugikan secara nilai ekonomi.

Pembangunan sistem transportasi massal seperti LRT, diharapkan akan mampu mengubah kehidupan masyarakat Jakarta, dimana yang selama ini menggunakan sarana transportasi pribadi, berubah menggunakan sarana transportasi umum.

Layaknya sebuah kota megapolitan, Jakarta memerlukan konsep kawasan TOD sebagai solusi kemacetan tersebut. Kawasan berbasis TOD diharapkan dapat menguntungkan masyarakat baik untuk hunian maupun komersial yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal.

Amrozi mengatakan, “Kami melakukan perencanaan dengan pendekatan pengembangan berbasis transportasi atau TOD yang menurut kami suatu kebutuhan bagi kota Megapolitan seperti Jakarta. Kawasan hunian dan komersial terpadu yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal (LRT, BRT dll) ini, akan menjadi solusi atas kehidupan masyarakat Jakarta yang semakin hari semakin terjebak dalam kemacetan. Kedepannya, akan ada 21 kawasan yang akan kami kembangkan.”

Sementara Djoko Santoso, Manager Biro Pemasaran Departemen TOD dan Hotel PT AdhiKarya (Persero) Tbk mengatakan, “Kami menghadirkan LRT City, di beberapa titik jalur LRT. Dengan posisi yang sangat strategis dan kemudahan aksesibilitas, yaitu satu titik dengan stasiun LRT (0 Km LRT Station). Ibaratnya, hanya cukup dengan selangkah untuk ke LRT Station yang akan membawa kepusat bisnis di Jakarta. Oleh karena itu, kami sangat optimis LRT City mampu diserap pasar.”

Kawasan LRT City terdiri dari 16,9 Ha di Eastern Green Bekasi, 14,8 Ha di Royal Sentul Park Bogor, 5 Ha di Gateway Park Jaticempaka, 0,4 Ha di The Boutique Bekasi Barat, 1,2 Ha di Cikoko of LRT City, serta11,5 Ha di Ciracas of LRT City. Dengan total investasi lebih dari Rp12 triliun, dalam beberapa tahun mendatang, kawasan yang diberinama LRT City ini akan menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan hunian dengan kemudahan sistem transportasi.

Royal Sentul Park

Salah satu kawasan LRT City yang saat ini sedang dikembangkan adalah Royal Sentul Park, berada dekat dengan Exit Tol Sentul Sirkuit, Jalan Tol Jagorawi. Kawasan ini menginvestasikan dana sebesar Rp 6,761 triliun dan sudah mulai dipasarkan. Sesuai dengan perencanaan pembangunan, kawasan yang dibangun satu kawasan dengan stasiun LRT Sentul Sirkuit ini, akan serah terima pada tahun 2020 untuk pembangunan tahap 1.

Nanang Safrudin Salim, Project Manager Royal Sentul Park, mengatakan Royal Sentul Park dikembangkan dengan konsep green smart living yang terintegrasi dan terkoneksi langsung dengan stasiun LRT. Pengembangan kawasan ini terdiri dari 12 tower apartemen, shopping mall, ruko, office tower, plaza/ landscape, family leisure park, pedestrian and bicycle track, dan culinary street. Kawasan ini juga akan dihubungkan oleh green connectivity walkway pada level 2 dengan lebar 3 meter dan panjang 1,3 km yang aman dan nyaman untuk pejalan kaki, sepeda, dan segway.

Saat ini, kawasan Royal Sentul Park tengah dalam proses pembangunan untuk Ruko (kawasan komersial) dan persiapan pembangunan untuk Apartemen Tower 1A. Untuk tower ini, akan dibangun di lahan seluas 2,5 Ha, dengan total unit sebanyak 1.637. Apartemen ini dipasarkan dalam beberapa tipe, mulai Studio, 1 BR dan 2BR.

Selain Royal Sentul Park, kawasan LRT City yang lainnya adalah Eastern Green yang berada di Bekasi Timur. Kawasan LRT City yang berada di Exit Tol Bekasi Timur, dan menyatu dengan LRT Station Bekasi Timur ini, dikembangkan pada tahap 1 dengan total investasi sebesar Rp0,5 triliun.

Setya Aji Pramana, Project Manager Eastern Green, mengatakan Eastern Green merupakan kawasan hunian vertikal (apartemen) terpadu dilengkapi dengan kawasan komersial yang akan diserahterimakan pada tahun 2019. Kawasan yang dibangun satu area dengan stasiun LRT di sisi Pintu Tol Bekasi Timur ini, akan memberikan kemudahan akses transportasi massal bagi penghuninya agar lebih cepat menuju kawasan bisnis di pusat kota Jakarta. YS

mpi-update.com