Untung Rugi Punya Rumah di Pinggir Jalan Raya

Big Banner

Majalah properti Indonesia edisi Mei 2017 di rubrik Tips and Triks membahas tips dan untung rugi memiliki rumah di pinggir jalan raya.

Rumah di pinggir jalan raya tak selamanya memberikan keuntungan. Karena, lazimnya, kondisi rumah tersebut mudah terkena polusi dan sangat bising karena aktivitas dari kendaraan yang lalu lalang. Apalagi jika rumahnya berada di pinggir jalan besar di dekat pusat kota.

Kelebihan:
Nilai jual lebih tinggi. Selain mudah laku, nilai jualnya pun bisa lebih tinggi berkali-kali lipat dari harga pembelian. Akan semakin tinggi apabila rumah usai direnovasi & memiliki fasilitas.

Mudah akses fasilitas umum. Fasilitas umum seperti taman, terminal, sekolah, halte bis, kendaraan, dan lainnya jelas akan sangat mudah diakses bila rumah berada di pinggir jalan. Bahkan, mungkin hanya dengan menyebrang jalan, fasilitas umum sudah bisa ditemukan.

Prospek untuk berbisnis. Rumah di pinggir jalan tidak hanya bisa dijadikan sebagai tempat tinggal tetapi juga untuk lahan berbisnis. Entah itu bisnis kuliner, pulsa elektrik, counter HP, bengkel,ataupun sewa rumah sebagian atau seluruh berpeluang sukses karena memenuhi salah satu syaratnya yakni berada di lokasi strategis.

Pertolongan mudah didapat. Setiap rumah memiliki peluang kebakaran yang sama besar karena tak lepas dari api dari listrik, kompor gas, korek api, dll. Rumah di pinggir jalan, akan mudah mendapatkan pertolongan dari pemadam kebakaran.

Kekurangan:

Sarat kebisingan. Apalagi di pinggir jalan besar, jelas akan sarat akan kebisingan karena banyaknya kendaraan yang berlalu lalang. Kenyamanan jelas bakal terganggu. Akan tetapi, kebisingan ini bisa diatasi dengan membuat pagar hidup, membuat taman dengan air mancur, atau menanam pohon palem/lainnya di depan rumah.

Punya peluang besar ditabrak kendaraan. Peluang tertabrak kendaraan untuk rumah di pinggir jalan sangat besar. Untuk mencegah ini terjadi sebaiknya beri jarak beberapa meter antara rumah yang akan dibangun dari pinggir.

Nominal pajak tinggi. Bukan hanya kendaraan yang perlu bayar pajak, melainkan juga rumah pun perlu bayar pajak namanya PBB. Besar kecilnya nominal PBB umumnya ditentukan luas tanah, luas bangunan, jumlah lantai, bentuk bangunan, material pembentuk, dan keberadannya. Tidak menutup kemungkinan rumah di pinggir jalan punya nominal pajak yang tinggi, bukan?

Polusi udara. Polusi dari kendaraan bermotor akan menjadi makanan harian saat menghuni rumah di pinggir jalan. Solusinya adalah menempatkan tanaman pembersih udara di dalam rumah seperti peace lily, lidah buaya, atau palem atau dengan membuat taman di depan rumah atau atap rumah yang datar.

Untuk menyiasati kekurangan tersebut, Anda dapat melakukan hal hal berikut, diantaranya:

Gunakan pagar yang kokoh

Sedia payung sebelum hujan. Pepatah yang memiliki arti hendaknya berjaga jaga sebelum hal buruk datang. Karena letaknya yang berada di pinggir jalan besar, hendaknya Anda menggunakan pagar rumah yang kuat untuk mengantisipasi kejadian yang tak terduga, se perti kendaraan yang mengalami masalah, seperti remnya blong sehingga menabrak pagar rumah atau tak sengaja menyerempet pagar Anda. Sebaiknya pastikan pagar rumah memang kokoh.

Ada pohon perindang

Bila halaman depan rumah Anda cukup luas, tanamlah pohon perindang. Tak perlu yang akan tumbuh besar, tapi minimal membantu membuat suasana teras menjadi lebih sejuk. Rumah yang terlalu dekat dengan jalan raya akan terasa lebih sumpek dan gerah akibat terpaan asap kendaraan. Pohon perindang akan menjaga sirkuasi udara tetap baik.

Buat taman belakang

Debu dan bau asap kendaraan memang hal yang lumrah ditemui bagi mereka yang memiliki rumah di pinggir jalan raya dan hal tersebut dapat memicu infeksi saluran pernapasan. Oleh sebab itu, Anda harus membuat space taman untuk menyiasatinya. Untuk itu, cobalah membuat taman mungil di pekarangan belakang sehingga Anda tetap dapat menikmati segarnya udara luar.

Siram jalan setiap sore Ketika Anda menyiram tanaman di halaman depan saat sore, siramlah area carport, serta jalan raya di depan rumah minimal berjarak 1 meter dari pagar. Manfaatnya, agar debu tak beterbangan dan masuk ke pekarangan rumah. Air akan mengalirkan debu ke selokan atau mengendapkannya tetap di dasar jalan. (Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me