11.000 Warga DKI Daftarkan Diri untuk Tinggal di Rusunawa

Big Banner

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah membuka pendaftaran bagi warga yang ingin tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 11.000 warga Jakarta yang mendaftarkan diri untuk tinggal di rusunawa.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan, ribuan warga yang mendaftarkan diri merupakan warga yang bukan terkena dampak normalisasi sungai. Melainkan mereka yang tidak punya rumah atau selama ini masih mengontrak.

“Masih banyak warga yang antre untuk mendapatkan rusunawa. Mereka ingin dapat rusun. Sampai saat ini datanya mencapai 11.000 orang loh,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (26/5) petang.

Melihat banyaknya permintaan warga ingin tinggal di rusun, kata Djarot, Pemprov DKI akan menyeleksi mereka.

“Sehingga, warga yang mendapatkan rusunawa adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan hunian layak huni dan manusiawi,” kata Djarot.

Untuk mendapatkan hunian di rusun milik DKI, kata Djarot, proses seleksi dilakukan dengan melakukan survei terlebih dahulu. Prioritas utama, lanjut dia, ditujukan untuk warga yang tidak mampu dan tidak punya rumah.

“Kami akan seleksi dengan ketat. Supaya yang mendapatkan adalah warga yang benar-benar tidak mampu dan tidak punya rumah,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Arifin, mengatakan, 11.000 warga tersebut sudah mendaftar sejak tahun 2014. Sampai saat ini, pihaknya tengah melakukan verifikasi rusunawa milik Pemprov DKI agar dapat ditempati warga.

“Warga yang mendaftar umumnya karena tidak punya rumah, tidak memiliki tempat tinggal sendiri, kemudian mendaftarkan dirinya untuk bisa mendapatkan hunian di rusunawa milik DKI,” kata Arifin.

Untuk saat ini, jumlah rusun yang tersedia baru sekitar 1.500 unit saja. Karena itu, jelas Arifin, pihak Pemprov DKI akan memprioritaskan rusun tersebut bagi warga yang terkena dampak normalisasi sungai atau penataan kota. Setelah semua warga dalam kelompok ini sudah mendapatkan hunian di rusunawa, baru dibuka untuk warga umum.

“Yang sekarang ini rusunnya sudah ada, rusun kami unitnya sudah siap 1.500,” ujarnya.

Agar dapat mengakomodir keinginan warga Jakarta tinggal di rusunawa, maka pihaknya akan membangun 24 menara (tower) rusun dengan jumlah sekitar 3.000 unit yang ditargetkan selesai akhir 2017.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me