Mengenal Si Pelindung Dinding Dapur, Backsplash

Big Banner

Bagi sebagian orang, mungkin masih asing jika mendengar kata backsplash atau elemen dapur yang diletakkan di belakang counter top dari sebuah kitchen set atau dinding sekitar area kompor. Blacksplash fungsinyau untuk melindungi dinding agar tidak langsung terkena cipratan air, minyak, atau bahan makanan ketika kegiatan memasak dilakukan.

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Mei 2017 di rubrik tips mengulasnya secara panjang lebar. Disebutkan material yang digunakan untuk backsplash adalah material dapat dibersihkan dengan mudah dari noda-noda makanan.
Karena itu, pemilihan material untuk backsplash sangat lah penting, mengingat backsplash sering terkena panas dari kompor saat memasak dan meninggalkan noda, sehingga mudah dibersihkan. Meski begitu, tidak berarti backsplash tidak dapat digunakan untuk hal-hal lain. Misalnya saja, dapat dimanfatkan untuk menggantung alat masak dan bumbu, dudukan resep, dan dapat digunakan untuk menggantung tv atau radio.

Agar bekerja sesuai dengan fungsinya, backsplash sebaiknya hanya menggunakan satu jenis material. Karena, bila penggunaan material yang lebih dari satu akan menyebabkan debu dan kuman menempel dengan mudah. Sedangkan untuk menampilkan estetika, cukup berkreasi dengan warna-warna pada backsplash tersebut. Pilihan material-material yang biasa digunakan untuk backsplash adalah keramik, cermin, stainless steel atau kayu.

Stainless Stell
Stainless steel merupakan bahan yang sering digunakan untuk backsplash. Pasalnya, material ini mudah dibersihkan dan tahan panas. Membersihkannya pun cukup sederhana, yakni gunakan lap basah atau bila perlu cuci dengan cairan deterjen.

Untuk penggunaannya, biasanya, material stainless stell digunakan di dapur restoran atau hotel. Sedangkan untuk rumah, penggunaan material ini jarang digunakan karena harganya yang cukup mahal. Selain harganya yang relatif mahal, kelemahan dari bahan ini adalah mudah keropos bila terkontaminasi makanan yang mengandung zat asam.

Ubin keramik/porselen

Bahan ini adalah yang paling banyak digunakan di rumah, baik dalam bentuk ubin kecil, ubin yang mirip bata, maupun ubin mozaik. Kelebihan dari material ini adalah warnanya menarik, sehingga dapat menjadi pusat perhatian di dapur. Selain itu, apabila ada bagian yang rusak atau gompal, dapat diganti sebagian saja, tanpa harus mengganti seluruhnya.

Kayu

Penggunaan panel kayu akan menciptakan nuansa pedesaan Eropa dan kesan klasik. Ketimbang material lainnya, kayu lebih mudah rusak. Untuk itu, lapisi kayu dengan cat yang mengandung latex dan enamel, untuk perlindungan tahan lama

Cermin

Backsplash pada cermin saat ini tengah popular, dengan penambahan warna, yakni yaitu cermin brown, grey, black, sehingga tidak terpaku pada cermin biasa. Penggunaan material ini dapat membuat dapur Anda terkesan luas dan mewah. Tetapi, yang harus diperhatikan bahwa menggunakan cermin sebagai backsplash harus memperhatikan kerapihan dan kebersihan kitchen set tersebut, karena noda sedikit saja dapat memperlihatkan tingkat kebersihannya.

Namun, sejauh ini belum ada cermin khusus yang bisa digunakan sebagai back splash. Interior desainer biasanya akan meminta dibuatkan cermin dengan kaca khusus konstruksi bangunan. Bisa juga menggunakan ubin cermin yang berbentuk mozaik. Ubin cermin ini menggunakan stainless steel dan porselen yang paling mengkilap. Cermin sangat ampuh membuat dapur Anda yang sempit jadi terlihat lebih longgar.

Kekurangan bila menggunakan material cermin untuk backsplash adalah harganya yang mahal, serta tak tahan panas karena apabila terkena panas dari kompor maka cermin akan retak, tak tahan air dan lembab karena mudah timbul jamur, dan tidak dapat dipaku.

Marmer

Material ini adalah jenis yang paling mahal. Marmer sangat sempurna untuk menampilkan kesan mewah di dapur. Motifnya beragam, mudah dibersihkan, dan sangat awet. Tetapi jangan gunakan cuka atau cairan yang mengandung asam untuk membersihkannya. jangan pula menggunakan deterjen berbusa. Gunakan pembersih khusus marmer dengan Ph netral.

Kaca

Material kaca belakangan juga cukup populer digunakan sebagai backsplash. Ada banyak jenis kaca yang bisa dipilih, misalnya kaca patri dan kaca tekstur. Pastikan memilih kaca tempered, sehingga jika sewaktu-waktu pecah, tidak akan membahayakan keselamatan Anda. Material ini harus sering dibersihkan, karena sangat mudah ditempeli noda. Gunakan pembersih kaca atau larutan cuka.

Kekurangannya, kaca sangat riskan untuk dilubangi dengan bor sehingga Anda tidak bebas menggantung rel atau gantungan di permukaannya. Bisa dilakukan dengan hati-hati sebenarnya bisa namun dengan resiko kaca retak. MPI RAG (Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me