MBR di DKI Bisa Tinggal di Rusun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta memberikan kelonggaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk bisa menghuni rumah susun (rusun) yang dikembangkan pemprov. Bila selama ini pembangunan rusun diprioritaskan untuk warga relokasi dari bantaran kali dan kawasan kumuh, sekarang setiap masyarakat yang memiliki KTP Jakarta dan belum memiliki rumah bisa mengajukan untuk tinggal di rusun DKI.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Arifin, program rusun ini diperluas terkait sasaran penghuninya untuk seluruh kalangan MBR yang belum memiliki rumah. “Saat ini sudah ada 11 ribu warga umum dari kalangan MBR yang mengajukan untuk tinggal di rusun yang kami bangun,” ujarnya di Balaikota, Sabtu (27/5).

Tentunya warga yang ingin mendapatkan rusun ini harus memenuhi beberapa persyaratan untuk menjamin kalangan masyarakat yang mendapatkannya memang berhak sesuai aturan yang sudah ditentukan. Beberapa syaratnya yaitu memiliki KTP DKI Jakarta, belum memiliki rumah, sudah berkeluarga, dan memiliki penghasilan sesuai upah minimum provinsi (UMP).

Saat ini Pemprov DKI Jakarta memiliki stok 2.300 unit rusun yang sudah siap huni. Lokasinya berada di Rawa Bebek, Marunda, KS Tubun, Semper, dan Cakung Barat. Masyarakat yang membutuhkan rusun ini sekitar 19 ribu KK sehingga masih ada kekurangan sekitar 16.700 unit dan kekurangan ini akan diselesaikan hingga tahun depan.

“Untuk warga biasa yang ingin mendapatkan rusun bisa mendaftarkan diri dan selama persediaannya masih ada tentunya akan bisa mendapatkannya. Kami juga tentunya melakukan verifikasi kepada warga yang sudah mendaftar, sejauh ini ada yang sudah dapat tapi masih banyak yang menunggu proses verifikasi,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me