DP Rumah Naik, Spekulan Berkurang

Big Banner

Perbankan memberlakukan uang muka (down payment/DP) untuk tipe rumah di atas 70 meter persegi minimal 30 persen mulai hari ini. Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara Tbk, Irman Zahiruddin, menilai aturan ini akan membawa dampak penurunan permintaan kredit, terutama dari sisi spekulan akan berkurang.

Irman menjelaskan, dengan aturan itu, kemungkinan harga properti naik kembali menjadi kecil. Selain itu, akan terjadi pergeseran konsumen, karena harus memenuhi ketentuan uang muka tersebut.

“BTN resmi menjalankan hari ini, sesuai peraturan,” ujar Irman di Jakarta, Jumat 15 Juni 2012.

Menurut dia, dampak itu tidak terlalu banyak mempengaruhi BTN, karena fokus perseroan lebih ke rumah murah. Jika dihitung rata-rata luas tanah dan bangunan Rp3 juta per meter, untuk luas bangunan 70 meter persegi harganya di atas Rp210 juta.

“Sedangkan BTN kan konsentrasi untuk perumahan di bawah Rp200 juta. Jadi, pengaruhnya hampir tidak kelihatan,” ujarnya.

Seperti diketahui, aturan kenaikan uang muka bagi kredit kendaraan bermotor dan kredit pemilikan rumah (KPR) di atas tipe 70 meter mulai berlaku hari ini. Perbankan hanya boleh memberikan kredit (loan to value) paling tinggi 70 persen bagi kepemilikan rumah dengan tipe bangunan di atas 70 meter persegi.

Bank yang melanggar pemberian KPR dan kredit kendaraan bermotor (KKB) akan dikenakan sanksi administratif seperti teguran tertulis, penurunan tingkat kesehatan bank, hingga pembekuan kegiatan usaha tertentu. (*/VIVAnews)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me