Jangan Tinggal di Gedung Pencakar Langit, Buka Puasa Malah Lebih Lama Lho

Big Banner
Burj Khalifa (Rumah123/Visit Dubai)

Percaya nggak kalau kamu tinggal di menara pencakar langit, kamu bisa mengalami tiga perbedaan waktu berbuka puasa lho. Masih nggak percaya?

Hal inilah yang dialami oleh para penghuni gedung tertinggi di dunia saat ini, Burj Khalifa yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab. Burj Khalifa memiliki tinggi 828 meter dan terdiri dari 160 lantai.

Baca juga: Gunakan Batu Alam, Masjid Ini Seolah Menyatu dengan Lingkungan Padang Pasir

Komisi Fatwa Uni Emirat Arab telah merilis fatwa kalau umat Muslim yang tinggal di menara ini harus menyesuaikan waktu berbuka dan shalat tergantung di mana mereka tinggal.

Pembagian waktu ini berdasarkan saat matahari “terlihat” oleh penghuni gedung. Penghuni yang tinggal di lantai 80 ke bawah bisa berbuka dengan waktu yang sama dengan kawasan tersebut. Kalau ada adzan Magrib dikumandangkan dari masjid atau terdengar dari televisi, mereka bisa langsung bisa berbuka.

Baca juga: Framework Jadi Gedung Kayu Pertama di AS, Penasaran Bakal Seperti Apa?

Bagi mereka yang tinggal di lantai antara 80 hingga 150 alias ketinggian 414 meter di atas permukaan laut, mereka baru bisa berbuka dua menit setelah adzan berkumandang.

Mereka juga baru bisa shalat Isya dua menit setelah adzan, sebaliknya mereka dapat shalat Subuh dua menit sebelum adzan berkumandang.

Baca juga: Lahan Makin Sempit? Bikin Aja Perumahan Terapung!

Sedangkan bagi mereka yang tinggal pada lantai 150 ke atas atau pada ketinggian 800 meter lebih, mereka harus menunda berbuka puasa tiga menit setelah adzan. Hal yang sama untuk shalat Isya. Sebaliknya, mereka bisa shalat Subuh tiga menit sebelum adzan.

Aturan ini juga harus menjadi panduan saat sahur atau ketika menyantap makanan untuk berpuasa dan juga shalat malam.

Baca juga:  Hmm, Kayak Apa Ya Lampu Gantung dengan Pola Kayu Terbakar?

Seorang penghuni asal Mesir, Mohammed Badr yang tinggal di lantai 61 mengaku kaget kalau ketinggian bisa membuat perbedaan.

“Tidak pernah terpikir oleh saya kalau seseorang yang tinggal di gedung tinggi bisa memiliki perbedaan dalam berpuasa. Dua menit terakhir dalam berbuka puasa itu berat lho, jadi saya merasa sedih dengan mereka yang tinggal di lantai lebih tinggi,” ujar Mohammed Badr seperti dikutip oleh The National.

Baca juga: Tinggal di Menara Pencakar Langit yang Punya Tiga Waktu Berbuka Puasa

Grand Mufti Dubai, Ahmed Abdul Aziz al-Haddad menyatakan kalau penghuni Burj Khalifa harus menyesuaikan waktu berbuka, shalat, dan lainnya.

“Burj Khalifa memiliki tinggi hampir 1 km, ini artinya orang yang berada di lantai atas masih bisa melihat matahari masih bersinar dari kejauhan,” kata Ahmed Abdul Aziz al-Haddad kepada Reuters.

Baca juga: Desain Masjid Ini Terinspirasi dari Rumah Nabi Muhammad SAW

“Penghuni di Burj Khalifa harus menyesuaikan waktu untuk berbuka, matahari terbit dan shalat Subuh tergantung di mana mereka tinggal,” lanjut Aziz al-Haddad.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me