Ibukota Pindah, Pertumbuhan Harga Properti Jakarta Akan Melambat

Big Banner
Monas, Jakarta (Rumah123/iStockphoto)

Rencana pemindahan ibu kota negara kembali mengemuka setelah Menteri Negara Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta pada Senin (3/7/2017).

Pemerintah semakin serius untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke kawasan lain. Bambang menyatakan telah membahas secara detail rencana ini termasuk soal pendanaan, penentuan lokasi, dan tata kota yang akan diselesaikan pada 2017 ini.

Baca juga: Sinar Mas Land Borong Tiga Penghargaan Asia Pacific Property Awards 2017

Pada 2018 atau 2019 mendatang, sudah dimulai kegiatan pemindahan pusat administrasi pemerintahan. Rencananya, kantor pemerintahan termasuk kantor presiden dan kementerian akan berada di ibu kota baru. Sementara Jakarta akan menjadi pusat bisnis dan keuangan.

Selama ini, Jakarta dan juga wilayah penyangganya seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Lantas kalau ibu kota pindah, apakah harga tanah dan properti di Jakarta dan sekitarnya akan menurun?

Baca juga: ICE BSD City Meraih Penghargaan Bergengsi Internasional

“Turun? Nggak. Pertumbuhannya akan berkurang. Kalau sekarang, naiknya cepat. Nanti, growth-nya akan melambat,” ujar ekonom Universitas Indonesia, Berly Martawardaya kepada Rumah123.

“Yang tinggal di Jakarta masih banyak. Bisnis juga banyak,” lanjut Berly. Staf pengajar Fakultas Ekonomi UI ini memaparkan kalau Jakarta sudah menjadi pusat bisnis di Indonesia dan jumlah penduduknya banyak.

Baca juga: Perkuat Kerja Sama, Rumah123 dan ERA Indonesia Bakal Edukasi Agen Properti

Perpindahan ibu kota tidak serta merta membuat peran Jakarta sebagai sentra ekonomi menjadi meredup. Berly mengungkapkan beberapa contoh negara yang memiliki ibu  kota pemerintahan dan ibu kota ekonomi.

Amerika Serikat beribu kota di Washington DC sementara pusat ekonomi bisnis di New York. Australia beribu kota di Canberra, namun pusat bisnis di Sydney.

Baca juga: Perkuat Kolaborasi dengan Agen Properti, UOB Luncurkan Aplikasi Online

Berly menyatakan orang Amerika Serikat tetap datang ke New York untuk mencari kerja dibandingkan mencarinya di Washington DC.

Jadi buat kamu generasi milenial yang sedang mencari kerja atau sedang membuat usaha rintisan alias start up, jangan khawatir lho. Jakarta tetap akan menjadi pusat bisnis di tanah air.

Baca juga: Ramadan Bikin Sepi Pasar Properti? Siapa Bilang?

Plus kamu juga nggak perlu takut untuk berinvestasi properti di Jakarta dan sekitarnya, peluang mendapatkan keuntungan masih ada, meski mungkin tidak pesat seperti sebelumnya. Masih banyak orang yang datang ke Jakarta kok.

rumah123.com