Meng’hijau’kan Rumah Ada Caranya Lho…

Big Banner
Sentuhan hijau pada dinding ruangan. Foto: Rumah123/iStock

Hijau memang warna penyeimbang yang meneduhkan. Coba terapkan warna ini sebagai elemen interior, di sekitar rumahmu akan terlihat lebih menarik dan segar.

Meskipun demikian, jangan jadikan hijau sebagai warna dominan dalam suatu ruangan. Mengingat hijau adalah warna yang cenderung bold (pekat dan tajam), sebaiknya digunakan hanya sebagai aksen dalam elemen dekor, katakanlah pada karpet, lukisan, vas atau guci, maupun dalam bentuk tanaman itu sendiri.

Kelebihan lain dari elemen warna hijau, yakni bisa diaplikasikan untuk berbagai gaya desain rumah. Namun, umumnya warna hijau tepat untuk hunian bergaya tropis.

Baca juga: Wuih Keren Banget, Tangga Spiral dengan Warna Hijau!

Berikut ini tips untuk menggunakan hijau sebagai elemen interior:

Pertama, jangan hanya menggunakan hijau mutlak. Padu padankan juga dengan warna turunannya, semisal moss green, olive green, emerald green, atau pastel green.

Kedua, penggunaan warna hijau dapat diterapkan pada handle kabinet, pipe line sofa, atau lukisan daun dalam pigura.

Ketiga, fungsikan tanaman dalam rumah hanya sebatas elemen dekorasi. Penempatannya harus ditata secukupnya, baik dari segi jumlah maupun ukuran. Dalam satu ruang keluarga yang besarnya 5×5 m misalnya, tanaman yang besar ukurannya seperti monstera sebaiknya hanya terdapat dalam satu atau dua pot saja di sudut-sudut ruang.

Baca juga: Teknik Warna Ombre Ini Mempercantik Interior Hunianmu, Mau Coba?

Keempat,  untuk pilihan warna yang lebih berani, hijau juga cocok digabungkan dengan warna-warna pembentuknya, yakni biru dan kuning. Hasil dari perpaduan ini akan menciptakan suasana beragam, tergantung dari jenis warna hijau yang kamu gunakan.

Menurut Ayu Kurnia Tendike Pisarta, konsultan interior desainer untuk Mix Project, seperti dikutip dari femina, memadukan warna moss green dengan dark taupe, misalnya, membuat  suasana rumah  terlihat lebih elegan, cocok untuk hunian highend.

“Namun, bila memadukan warna hijau pastel dengan dengan kuning pastel, suasana yang dihasilkan akan lebih ceria, cocok untuk kamar anak,” kata Ayu.

Baca juga: Desain Interior Kontras Namun Tetap Selaras? Nah, Ini Dia Contohnya Lho

Kelima, jangan lupa warna yang tak cocok ditabrakkan dengan hijau adalah ungu dan oranye. Alasannya, kedua warna ini memiliki kekuatan yang sama dengan hijau, sama-sama warna yang dibentuk dari hasil perpaduan dua warna dasar.

Keenam, terlalu banyak elemen warna tua/gelap akan membuat ruangan terasa lebih sesak. Ini pula yang akan terjadi jika penerapan hijau terlalu banyak, bisa menyulap rumahmu seperti hutan rimba.

Ketujuh, untuk bidang-bidang kecil, seperti vas bunga, masih cocok bila keseluruhan ruang diberi warna hijau. Namun, untuk bidang-bidang yang besar, usahakan warna ini hanya sebagai aksen, jika elemen di sekitarnya juga  sudah diramaikan dengan hijau.

“Aksen bisa dipilih pada pola tipis di karpet, frame tipis di lukisan, maupun pipeline di sofa,” katanya menambahkan.

Kedelapan, warna hijau dalam suatu hunian biasa diselipkan untuk menambah kesan tropis. Karena warna ini sangat erat hubungannya dengan tanaman, maka saat dihadirkan ke dalam rumah akan membawa suasana lebih sejuk dan hidup.

Elemen hijau berpadu dengan putih. Foto: Rumah123/iStock

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me