Berburu Hunian Berkonsep Transit Oriented Development (TOD)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2017 menurunkan ulasan tentang Property On Sale khususnya perkembangan hunian berbasis transit oriented development (TOD).

Disebutkan, konsep TOD semakin banyak digencarkan para pengembang real estate. Tujuannya tak lain adalah untuk menawarkan daya pikat dengan kemudahan akses yang umumnya sangat dicari konsumen kelas profesional.
Transit Oriented Development (TOD) adalah konsep yang pada awal kemunculannya merupakan reaksi atas fenomena urban sprawl (perembetan kota pinggiran) serta diikuti dengan tingginya ketergantungan penduduk terhadap penggunaan jalan raya dan kendaraan pribadi.

Dengan konsep TOD, pengembangan kota nantinya diarahkan pada titik-titik transit yang tidak hanya berfungsi sebagai sebuah tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, namun juga berfungsi sebagai sebuah berlangsungnya aktivitas perkotaan (pusat pemukiman, perkantoran, perdagangan, jasa, pendidikan, dan sebagainya).

Selain itu, kawasan TOD juga akan saling terintegrasi dengan kawasan TOD lainnya. Di dalam sistem TOD, pembangunan permukiman penduduk harus berada satu kawasan dengan pusat bisnis. Cara ini bertujuan membatasi dan mempersempit aktivitas pergerakkan orang dan barang.

Tak heran, bila konsep ini begitu cepat berkembang karena lebih nyaman dan efi sien dalam pengelolaan waktu. Hal ini terlihat dari cukup diminatinya kawasan dengan pusat trasportasi missal, seperti commuterline. Bahkan, LRT dan MRT yang kini masih dalam proses pembangunan, sudah banyak diminati untuk dijadikan lokasi pembangunan.

Terhitung saat ini ada belasan proyek residensial yang dibekali konsep TOD. Lokasinya tersebar baik itu di area Serpong, Bekasi, Bogor, hingga Jakarta. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan bahwa konsep Transit Oriented Development (TOD) akan segera diperhitungkan di Indonesia dengan terbangunnya jaringan infrastruktur dan transportasi yang memadai.

Ali melanjutkan, konsep TOD sudah ada sejak lama dan diterapkan di kota-kota besar di dunia. “Indonesia Properti Watch memperkirakan nantinya peran sarana kereta api, MRT, dan LRT tidak lagi hanya untuk kamu menengah ke bawah. Semua segmen akan menggunakan system trasportasi ini bila dapat terimplementasi dengan baik,” ujar Ali.

Selain itu, Ali menambahkan, bahwa wilayah-wilayah daerah penyangga, seperti Maja, Serpong, Bekasi, dan Cibubur akan memiliki nilai lebih dan menjadi pilihan konsumen, khusunya kaum komuter bila konsep TOD terealisasi dengan baik. MPI RAG

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me