Buat Para Investor, Sydney Bisa Jadi Opsi Masuk ke Pasar Properti Mewah Asia

Big Banner
Waterfall by Crown Group, hunian prestisius di Kota Sydney. Foto: Tumah123/Crown Group

Kalau kamu seorang investor dan ingin bermain di pasar properti mewah Asia, Kota Sydney bisa jadi opsi terbaik. Begitu pendapat Head of Global Capital Crown Group, Prisca Edwards.

“Jika Anda adalah seorang investor asing dan mau memasuki pasar properti mewah di Asia, maka Sydney merupakan opsi terbaik hingga saat ini,” kata Prisca seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Rumah123 beberapa waktu lalu.

Menurut data investasi properti terbaru, 1 dari 10 pembeli di New South Wales (NSW) adalah orang asing. Sejak diperkenalkan pada Anggaran 2016-17, FIS telah berhasil mengumpulkan dana Rp1,5 triliun dari 3.000 pembeli asing.

Baca juga: Berminat Investasi Properti di Sydney? Waterfall by Crown Group Tawarkan Investasi Terbaik Nih!

Perihal prediksi ter-update harga residensial di Sydney pada 2017, Managing Director SQM, Louis Christopher, menilai harga residensial di Sydney pada akhir 2017 akan naik sekitar 11-16% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun SQM Research Pty Ltd adalah rumah penelitian investasi Australia yang sangat dihormati, mengkhususkan diri dalam memberikan penilaian dan data di semua kelas aset utama.

Perusahaan ini didirikan dan dijalankan oleh salah satu analis properti yang paling dikenal dan dihormati di negara tersebut, yakni Louis Christopher. Pendekatan ​​dan pendapat jujurnya terhadap pasar real estate, merupakan salah satu dasar dibentuknya SQM Research.

Baca juga: Rilis Proyek Apartemen Mewah, Crown Bidik Konsumen Superkaya Indonesia

Sydney yang jumlah populasinya 5 juta orang dan tumbuh sekitar 90.000 per tahun, masih belum berhasil  memenuhi pasokan kebutuhan hunian bagi warganya. Situasi backlog yang dihadapi Sydney selama beberapa dekade terakhir, menurut Prisca Edwards, merupakan alasan kuat bagi para investor untuk berinvestasi di kawasan Asia.

Disinyalir kecepatan membangun hunian tak sebanding dengan naiknya permintaan tiap tahun. “Jika kita tidak cukup banyak membangun untuk meningkatkan jumlah properti baru, bagaimana kita bisa mengatasi permintaan hunian di Sydney?” kata Prisca.

Bahkan, adanya rencana biaya tambahan pajak hunian bagi investor asing yang pekan lalu diumumkan oleh Pemerintah Negara bagian NSW, tak akan banyak memengaruhi permintaan hunian dari dalam  maupun luar negeri.

Baca juga: Bidik Pasar Indonesia, Crown Group Paparkan Keunggulan Berinvestasi di Waterfall

Adapun biaya tambahan tersebut berlaku mulai 1 Juli 2017. Bagi investor asing, peningkatannya dari 4% menjadi 8%. Ini merupakan tambahan dari biaya pajak hingga 7%. Sedangkan biaya pajak bumi tahunan untuk pembeli asing akan naik 0,75% – 2% per tahun, menurut laporan The Daily Telegraph.

Langkah menaikkan pajak tambahan tersebut diperkirakan untuk 4 tahun ke depan akan menghasilkan sekitar Rp20 triliun. Dana ini untuk membantu para calon pembeli rumah pertama.

Baca juga: Inilah Tampilan Perdana Waterfall by Crown Group

Bicara tentang hunian, Crown Group baru-baru ini meluncurkan produk terbarunya, Waterfall by Crown Group. Tonggak sejarah baru pun terpancang bagi pengembang proyek properti yang berbasis di Sydney ini berkat nilai transaksi teranyarnya.

Proyek properti yang mengembangkan 331 unit yang menakjubkan ini berhasil terjual secara global lebih dari Rp3 triliun, mengulang kesuksesan proyek sebelumnya, Infinity by Crown Group, pada 2015.

Waterfall by Crown Group boleh dibilang merupakan bukti kuat tentang konsistensi Crown Group di industri properti Australia dalam hal membangun hunian vertikal bergaya resor.

Head of Global Capital Crown Group, Prisca Edwards. Foto: Rumah123/Crown Group

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me