Ngarep MRT, Sudah Sampai di Mana Ya?

Big Banner
Pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT), di tengah kemacetan kota Jakarta. FOTO: Rumah123/Jhony Hutapea.

Moda transportasi Mass Rapid Transportation (MRT) memang digadang-gadang akan melancarkan mobilitas kita. Pembangunannya memang sedang dikebut, tapi kok gak jadi-jadi ya. Sudah sampai di manakah kabar-kabarinya?

Pembangunan MRT Jakarta saat ini sudah mencapai 74,9%. Ada peningkatan kalau dibandingkan dengan Mei lalu yang masih 71,39%. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P. Sabandar, menargetkan Desember nanti progresnya sudah mencapai 93%.

“Progres total keseluruhan konstruksi 74,9% dan masih on track, kami targetkan 93% Desember tahun ini dan percepatan dilakukan di underground dan elevated,” kata William di Jakarta, seperti dikutip Okezone, Rabu (5/7).

Baca juga: Akhir Juli 2017, Kamu Sudah Bisa Pesan Rumah TOD di Stasiun

Data monitoring MRT Jakarta menunjukkan: pencapaian 74,9% adalah rincian dari pekerjaan stasiun layang MRT Jakarta yang 64,2%  dan stasiun bawah tanah yang progresnya mencapai 87,48%.

“Progres konstruksi elevated section itu 64,2%, sedangkan yang underground section itu 87,48%,” katanya menjelaskan.

Sebagai pengelola moda transportasi MRT, PT MRT Jakarta akan mengembangkannya lebih jauh. Saat ini ada rencana pengembangan Fase 3 dan 4 untuk Timur-Barat.

Baca juga: Luar Biasa! Stasiun Kereta Ini Terintegrasi dengan Moda Transportasi Massal Lainnya

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan studi tentang pengembangan Fase 3 dan 4 tersebut. Akan dimulai dari Balaraja hingga ke Cikarang sepanjang 87 kilometer.

Studi proyeknya pun tengah dikaji sejumlah kementerian/lembaga terkait. “Bappenas sudah siapkan, studi sedang kami lakukan, kami masih rapat terpadu. Fase ini akan dimulai pada 2020 nanti,” kata Luhut di Kantor Kemenko Maritim, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (5/7).

Baca juga: Terinspirasi Negara Luar, Perumnas Bangun Rusun Dekat Stasiun Kereta 

Dalam pembangunan MRT Fase Balaraja-Cikarang, pihak PT MRT diminta Kemenko Maritim untuk fokus pada jalur di Jakarta saja, yaitu 27 kilometer mulai dari Kembangan sampai Menteng. Menurut William, untuk kajian fase ini, pihaknya tengah menunggu green book dari Bappenas.

 “Green book dan blue book, semua sedang berproses di Bappenas,” kata William menambahkan.

Jadi, agaknya kita masih harus menunggu beroperasinya moda transportasi MRT. Sabar ya!

Pada 2018, PT MRT Jakarta baru berencana memulai proses pembangunan MRT Fase 2 dengan rute Bundaran HI-Kampung Bandan.

“Rencananya, kami akan melakukan groundbreaking pembangunan MRT Fase 2 tahun depan,” kata William di Jakarta, seperti dikutip antaranews.com, Kamis (6/7).

Baca juga: Integrasi Transportasi Massal Jabodetabek Mutlak Dilakukan

Rencana pembangunan sarana transportasi massal tersebut masih dalam tahap desain dasar (basic engineering design). “Beberapa waktu lalu, kami sudah selesaikan tahap studi kelayakan atau feasibility study. Sekarang masuk tahap basic engineering design,” kata William.

Koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai rencana pembangunan MRT Bundaran HI-Kampung Bandan tersebut sudah dilakukan.

“Untuk anggaran pembangunan MRT Fase 2 itu sendiri dialokasikan sebesar Rp25,1 triliun. Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah pusat,” kata William.

MRT Fase 2 akan memiliki total panjang 8,3 kilometer dengan 8  stasiun bawah tanah, yaitu Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.

Saat ini, PT MRT Jakarta masih membangun MRT Fase 1 yakni Lebak Bulus-Bundaran HI yang ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019.

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me