Rumah Contoh Belum Berorientasi Pada Konsumen

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Beragam upaya dilakukan pengembang untuk mendukung penjualan proyeknya. Salah satunya dengan membuat unit contoh (show unit), baik rumah maupun apartemen. Show unit itu diperlukan untuk memberi gambaran kepada konsumen tentang produk yang dibeli dan bagaimana penataan interiornya agar nyaman ditinggali.

rumah-contoh-talaga-bestari

Tapi rumah contoh yang dibuat pengembang umumnya lebih menonjolkan tampilan menarik. Fungsi ruang dan kebutuhan ruang calon konsumen kurang ditonjolkan. “Sifatnya hanya make up dan itu tidak esensial bagi konsumen. Esensi rumah itu kenyamanan penghuni, makanya rumah sangat custom disesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan lifestyle penghuninya,” ujar Felix Dharmaputra, Principal TFS Studio Jakarta, kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (5/7).

Felix menyarankan agar pengembang membuat show unit yang bukan hanya menarik tapi diarahkan untuk pemenuhan lifestyle konsumen. Misalnya perlu dipikirkan layout ruang yang paling dibutuhkan konsumen, bukan tata ruang yang terlalu umum. Contohnya untuk konsumen dari kalangan profesional muda dirancang titik lampu yang spesifik dan tempat-tempat perangkat elektornik lainnya. Selain itu bagaimana pembagian dan transisi dari ruang ke ruang termasuk transisi antara ruang dalam dan luar.

Felix mengingatkan agar konsumen lebih cerdas menetapkan pilihannya. Karena hanya disodori tampilan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidupnya terpaksa sebelum dihuni direnovasi. Walhasil keluar biaya tidak kecil. “Seharusnya developer dalam membuat unit contoh titik beratnya untuk kebutuhan konsumen. Jangan membuat satu unit contoh, harus lebih agar  konsumen bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhannya,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me