Rumah Murah Terhambat Masalah Pembiayaan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pengembangan rumah murah atau hunian bersubsidi di sejumlah daerah terhambat persoalan pembiayaan. Pengembang menghadapi kendala lamanya pencairan KPR dan kredit konstruksi.

Ilustrasi Rumah Subsidi

Ilustrasi Rumah Subsidi

“Semestinya pencairan kredit konstruksi dan KPR untuk rumah subsidi bisa dipercepat, misalnya kami sudah siap 100 rumah, data konsumen juga siap tapi yang dicairkan hanya dua unit dalam sebulan. Ini jadi kendala di lapangan padahal kami menargetkan bisa membangun sebanyak 10 ribu unit pada tahun ini,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) Aris Suwirya, di Jakarta, Jumat (7/7).

Anggota Apernas sejauh ini konsentrasinya mengembangkan rumah bersubsidi di kawasan Indonesia Timur. Hingga Juli 2017 Apernas sudah  membangun 3 ribu rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) seharga Rp100 jutaan. Lokasinya tersebar di beberapa wilayah seperti di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Samarinda, hingga Nunukan. Suplai terbanyak di Nunukan sebanyak seribu unit yang berada di daerah perbatasan.

Apernas rencananya akan memperluas jangkauannya dengan membangun rumah bersubsidi di kota-kota lain. Kebutuhan rumah murah untuk kalangan MBR sangat besar sehingga berapapun suplainya akan terserap pasar. Yang diperlukan dukungan dari pemerintah berupa kemudahan regulasi khususnya di daerah. Aris mengakui kendati program pembangunan sejuta rumah sudah berjalan dua tahun sosialisasi ke daerah belum merata. Karena itu banyak MBR belum mengetahui berbagai kemudahan untuk memiliki rumah. Lambannya penyaluran KPR dari kalangan perbankan dinilai Aris akibat dari kurang meratanya sosialisasi itu.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me