Ibukota Negara Pindah, Properti Surrounding Jakarta Bakal Drop

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah tengah mewacanakan pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, atau ke wilayah lain di Kalimantan. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brojonegoro menyebut kajian mengenai pemindahan ibukota diharapkan bisa selesai pada tahun ini sehingga proses pemindahan bisa mulai dilakukan tahun depan.

Menara Saidah Jakarta

Menara Saidah Jakarta

Menurut Ketua Housing Urban Development (HUD) Institute Zulfi Syarif Koto, pemindahan ibukota tidak bisa dilakukan secara serampangan karena membutuhkan studi kelayakan yang benar dan komprehensif. Terlebih lagi wacana pemindahan ibukota negara ini sudah mengemuka sejak zaman Presiden Soekarno dan realisasinya sulit untuk memindahkan ibukota negara.

“Ini masalah besar, utang kita di zaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini saja sudah tembus Rp3.600 triliun, kok mau nambah lagi pindahkan ibukota, dampaknya bisa sangat hebat sekali. Makanya nggak bisa main sebut studi kelayakan siap tahun ini, tahun depan mulai pindah, saya malah curiga ada sesuatu kok terkesan terburu-buru,” ujarnya kepada housing-estate.com, Kamis (6/7).

Untuk gampangnya, Zulfi menyebut kita bisa belajar dari pemindahan ibukota negara lain seperti Malaysia dengan Putrajaya, New York ke Washington DC, Sydney ke Canbera, maupun negara lainnya. Apa saja yang mau dipindahkan, apakah hanya Istana Negara beserta wakil, kantor kementerian, DPR, Kepolisian, Kejaksaan, atau apa lagi.

Dari sisi industri properti, Zulfi menyebut yang membuat Jakarta menarik justru kawasannya yang menjadi pusat pemerintahan dan bisnis sehingga menyebut contoh kecilnya, hal ini membuat industri properti di sekitarannya (Bodetabek) menjadi menarik. Bila nanti ibukota negara dipindah, Jakarta hanya akan menjadi provinsi biasa dan ini dampaknya pasti akan sangat besar untuk properti di surrounding-nya.

“Itu properti-properti di pinggiran Jakarta pasti drop semua tapi di sisi lain tidak bisa juga di lokasi baru ibukota propertinya langsung melesat karena butuh waktu. Intinya nggak segampang itulah, studi untuk regulasi pemindahan aja bisa bertahun-tahun, masa ini mau main pindah aja. Kalau mau pindah yang dekat aja dulu di Istana Bogor atau di Jonggol, jadi cost-nya juga nggak besar,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me