Outlook Bisnis Properti Smester, II/’17 Sub Sektor Apartemen

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2017 menurunkan ulasan tentang outlook bisnis properti pada semester II 2017. Di sub sektor Apartemen menunjukkan bahwa pasar apartemen di distrik pusat bisnis (CBD) Jakarta diprediksi akan pulih pada semester II 2017. Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International, mengatakan pemulihan di pasar apartemen akan berlangsung secara bertahap karena pasokan apartemen yang melimpah.

Tambahan pasokan apartemen strata title tahun ini mencapai 2.790 unit. Total pasokan apartemen strata title di Jakarta mencapai 178.968 unit. “Setelah tax amnesty berakhir, kami perkirakan konsumen akan lebih percaya diri membelanjakan dananya ke sektor properti karena pengeluaran ekstra yang disisihkan untuk tax amnesty sudah dilakukan,” kata Ferry. Hal ini juga tercermin pada optimisme sejumlah pengembang terhadap prospek penjualan apartemen tahun ini yang diprediksi lebih baik dibandingkan dengan 2016. Target marketing sales sejumlah pengembang naik 15%- 50% dibandingkan dengan tahun lalu.

Hingga kuartal I 2017 permintaan ter hadap apartemen di CBD Jakarta belum pulih. “Rata-rata tingkat penyerapan apartemen strata title di Jakarta mencapai 96,1%, naik tipis 0,1% sedangkan aktivitas prapenjualan dari proyek yang sedang dibangun mencapai 66,8%,” ujar Ferry. Secara keseluruhan, rata-rata penyerapan pasokan apartemen yang tersedia maupun yang dalam proses pembangunan turun 0,9% dibandingkan kuartal IV 2016.

Harga rata-rata apartemen di Jakarta naik 1,4% menjadi Rp 32,1 juta per m2 pada kuartal I 2017, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan di kuartal IV 2016 sebesar 1,3%. Colliers memprediksi harga apartemen dalam jangka pendek akan tumbuh moderat karena sejumlah kebijakan pemerintah akan terasa dampaknya pada semester II 2017.

Managing Partner Strategic Advisory Group Coldwell Banker Tommy H Bastamy mengatakan, pasar residensial yang masih menjanjikan yakni apartemen. Sektor yang menorehkan pertumbuhan paling agresif berada di segmen menengah dan menengah ke bawah. Sedangkan segmen menengah ke atas dan atas masih membutuhkan stimulus untuk bangkit ke depan.

“Untuk segmen middle to middle upper market untuk residensial sebetulnya sudah ada sentimen positif pada awal tahun. Namun, belum terwujud dalam transaksi,” kata Tommy. Sementara itu, tambah dia, pemerintah harus segera memberikan rangsangan agar sektor residensial kembali bergairah. Tommy menyebut selain lewat perbankan, perlu ada saluran pembiayaan lain bagi pemilikan hunian.

Tommy mencontohkan, saat ini di sam -ping pinjaman kredit pemilikan apartemen (KPA) dari perbankan, beberapa konsumen sudah ada yang beralih untuk mencari pinjaman lewat reksa dana sektor properti. “Di samping itu, sasaran pembiayaan pun harus tepat yakni ke konsumen dan pengembang. Tujuannya jelas untuk mendorong performa dari sisi pasokan, permintaan, dan keterjangkauan,” kata Tommy.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me