Kesempatan untuk Punya Rumah Selalu Ada Kok! Ini Buktinya!

Big Banner
Rumah subsidi Tipe 25 dengan luas tanah 60 meter persegi. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

Rumah berharga terjangkau pastinya jadi primadona saat ini. Di manapun info rumah bersubsidi atau rumah murah, sambutannya luar biasa. Hal ini bisa kita maklumi karena harga rumah semakin tak terjangkau terkait harga lahan yang terus saja menanjak.

Akan tetapi, jangan khawatir, kesempatan untuk punya rumah selalu ada kok. Tentu saja selama ada kemauan lho.

Kalau kamu peserta BPJS Ketenagakerjaan, misalnya, bisa mendapatkan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang  rendah yakni 7,75%. Penyaluran KPR ini melalui bank pemerintah (Bank Tabungan Negara/BTN) dengan suku bunga acuan Bank Indonesia ditambah 3.75% ,sehingga menjadi 7.75% tersebut.

Baca juga: Kesulitan DP Rumah Subsidi? Kan Ada PUMP dari BPJS

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, seperti dikutip dari Harian Kompas, Sabtu (8/7), mengatakan, untuk 2017 pihaknya mengalokasikan dana Rp5 triliun untuk memfasilitasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) para peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono, seperti dikutip dari sumber yang sama, menyatakan, secara umum penjualan rumah untuk segmen pasar menengah ke bawah membaik. Perbaikan itu bisa dilihat dari permintaan KPR bersubsidi di BTN.

Menurutnya, hingga Mei 2017, penyaluran KPR bersubsidi tumbuh 12,3% dari tahun sebelumnya atau mencapai 978.453 unit. Secara nilai, tumbuh 29,27% atau menjadi Rp62.18 triliun.

Baca juga: Baru BTN yang Salurkan Subsidi Selisih Bunga untuk MBR

Maryono mengatakan, BTN akan fokus menyalurkan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Sebelumnya, BTN menjadi bank pelaksana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terbesar. Meskipun ada perubahan fokus, tapi target pembangunan rumah tak akan dikurangi.

“Target pembangunan rumah tidak akan berkurang. Itu hanya diubah dari (menyalurkan) FLPP menjadi SSB,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Jumat (7/7), dikutip dari sumber yang sama.

Pernyataan Basuki tersebut terkait rencana alokasi anggaran FLPP yang akan dikurangi dari Rp9,7 triliun menjadi Rp3,1 triliun.

“Anggaran SSB cukup besar dan masih dapat digunakan untuk merealisasikan target yang ditetapkan Kementerian PUPR 2017,” kata Maryono.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me