Minggu Terakhir Juli Ini, Perumnas Umumkan Cara Mendaftar Hunian di Stasiun

Big Banner
Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

 

Animo masyarakat terhadap hunian yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD) sangat tinggi. Mereka antusias menanyakan cara mendaftar agar bisa memilikinya.

Sebelumnya, ada kabar bahwa akhir Juli 2017 pemesanan atau pendaftran hunian TOD ini akan dibuka. Peminat bisa mendaftar di Stasiun Pondok Cina (Pocin). Sedangkan perkiraan groundbreaking pada Agustus 2017.

“Ya benar itu. Tapi pendaftaran saat ini belum dibuka. Sekitar minggu terakhir bulan ini (Juli 2017) baru kami umumkan ke publik,” kata Direktur Marketing Perumnas, Muhammad Nawir, ketika dihubungi Rumah123, Selasa (11/7).

Baca juga: Akhir Juli 2017, Kamu Sudah Bisa Pesan Rumah TOD di Stasiun

Sebelumnya, Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto, seperti dikutip detikFinance, Selasa (20/6), mengharapkan sudah ada pembeli sebelum dimulainya pembangunan proyek  TOD ini.

Sebagai pelaksana proyek TOD, Perum Perumnas sedang mengurus proses perizinannya. Pembangunan proyek ini baru bisa dimulai kalau perizinan sudah ada.

 “Kami inginnya 30-40% sudah laku sebelum groundbreaking. Ya agar kami groundbreaking sudah secure, sudah ada yang beli. Kalau groundbreaking enggak ada yang beli bagaimana,” kata dia.

Baca juga: 3 Fasilitas yang Bikin Hunian TOD di Stasiun Semakin Plus!

“Mudah-mudahan dua bulan lagi, untuk dapat izin-izinnya, termasuk IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Groundbreaking kami kejar Agustus,” ujarnya lagi.

Adapun lokasi proyek TOD tersebut di dekat Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina. Dalam proyek ini, Perumnas akan membangun perumahan jangkung berjenis Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) dan Apartemen Sederhana Milik (Anami).

Kalau Rusunami ditujukan bagi masyarakat bawah, maka Anami menyasar masyarakat menengah. Namun, syarat dan ketentuan tetap berlaku lho.

Apa saja syarat dan ketentuannya? Rusunami diprioritaskan bagi yang belum punya rumah. Selain itu, karena pembeli Rusunami akan mendapatkan subsidi, maka dibatasi kepemilikannya hanya untuk masyarakat berpenghasilan maksimum Rp7 juta per bulan.

Baca juga: Rogoh Kocek 1% Untuk DP, MBR Bisa Punya Rusunami di Sekitar Stasiun

“Jadi gaji maksimum Rp7 juta dan belum punya rumah. Lalu belum pernah utang bank untuk beli rumah, tidak punya tanah warisan. Jadi benar-benar orang yang belum punya rumah, sehingga bisa diberi fasilitas FLPP,” kata Galih.

Sementara Anami, akan diprioritaskan bagi masyarakat di sekitar lokasi. Sebab tujuan utama dari proyek berbasis TOD agar masyarakat bisa menghemat waktu maupun ongkos dari rumah menuju stasiun.

Untuk tahap awal, proyek TOD akan dibangun di Stasiun Pondok Cina sebanyak 4 menara dan Stasiun Tanjung Barat sebanyak 3 menara. Nantinya masing-masing menara akan punya sekitar 30 lantai.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me