Menghadapi Pasar yang Belum Kondusif Perlu Inovasi

Big Banner

Menghadapi pasar properti yang belum membaik pengembang membutuhkan langkah dan strategi yang inovatif dan kreatif dalam menghadapi. Demikian antara lain benang merah yang diulas Majalah Properti dalam Laporan Utama edisi Juli 2017.

Kepala Departemen Riset dan Konsultasi di Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, stagnansi pasar saat ini lebih disebabkan harga jual propeti yang masih belum terjangkau oleh mayoritas konsumen. Setidaknya, industri pro perti butuh waktu 1 hingga 2 tahun ke depan untuk men-judge harga agar sesuai dengan daya beli masyarakat.

Kendala lain, harga jual tanah yang terus melambung akibat ulah para spekulan. “Untuk mengatasi keadaan tersebut (stagnasi pasar), butuh kreatifi tas dan inovasi dari para pengembang dan perbankan,” kata Anton.

Sutadi Prayitno, Executive Vice President PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. setuju dengan Anton. Menurutnya program kolaborasi antara pengembang dan perbankan bisa membantu mendorong penguatan daya beli masyarakat.

Pengembang dengan bank bisa membuat paket insetif seperti program subsidi bunga pada tahun pertama, bunga rendah sampai lima tahun pertama, atau bebas biaya provisi dan administrasi. Hal ini akan sangat membantu penguatan daya beli konsumen properti,” ujarnya.

Lebih lanjut Sutadi mengatakan, perbankan perlu membuat berbagai macam terobosan dari sisi pembiayaan sehingga meningkatkan kemampuan konsumen dalam mengakses pembiayaan berdasarkan daya cicil kredit. Beberapa pola kredit yang dikembangkan terkait pembiayaan tersebut, di antaranya bunga rendah fixed dua tahun atau progresif terbatas hingga lima tahun pertama yang kemudian baru masuk mengenakan bunga komersial pada tahun keenam.

“Jadi tahun-tahun pertama itu biar mengasih bunga rendah dulu agar konsumen kuat mencicil kredit. Ambil untung penuhnya mungkin pada tahun kelima atau keenam. Kami misalnya ada program bunga dua tahun pertama 8,75%, lalu tahun ketiga atau keempat baru dikenakan bunga 12% atau 13% saat penghasilan debitur sudah meningkat seiring kenaikan gaji mereka,” ujar Sutadi.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me