Kombinasi Kebijakan BI Ringankan Kamu Beli Apartemen

Big Banner
Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Masih ragu untuk beli hunian sekarang? Padahal, Bank Indonesia (BI) melalui kebijakan merelaksasi Loan To Value (LTV) itu, bisa bantu kamu untuk memiliki hunian, sebut saja apartemen.

Kombinasi penurunan LTV yang berada pada angka 15% dengan tingkat suku bunga bank yang di bawah 10%, membuat calon pembeli apartemen tak harus membayar uang muka (DP) yang besar maupun nominal cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tinggi.

Ceritanya gini, tunai bertahap merupakan metode pembayaran dengan skema cicilan yang difasilitasi oleh pengembang. Jadi, pembeli mencicil ke pengembang.

Baca juga: 5 Tips Agar Kamu Gak Nyesel Beli Apartemen Murah

Tingginya persentase pembayaran tunai bertahap ketika itu, membuat BI merevisi kebijakan LTV-nya, dari 30 persen menjadi 20 persen. Metode tunai bertahap ini menjadi perhatian BI, karena dengan cara ini pengembang seolah bertindak seperti bank.

Akan tetapi, kebijakan menurunkan LTV tersebut ga terlalu ngaruh pada pola masyarakat membeli apartemen. Pasalnya, meski uang muka yang harus dibayarkan menjadi lebih kecil, tapi cicilan per bulannya toh masih tetap tinggi.

Lantas, pemerintah mengambil langkah yang lebih baik lagi yakni dengan mengombinasikan penurunan LTV yang berada pada angka 15% dengan tingkat suku bunga bank yang berada di bawah 10%.

Baca juga: Bunga KPA Tinggi, Konsumen Apartemen Pilih Bayar Tunai

Dengan kombinasi tersebut, maka baik DP maupun nominal cicilan ke bank jadi lebih rendah. Sehingga, calon pembeli lantas banyak yang memilih metoda pembayaran cicilan ke bank ketimbang ke pengembang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (11/7), seperti dilansir Kompas.com.

Ferry menyampaikan bahwa cara masyarakat membeli apartemen pada kuartal kedua tahun ini berubah. Kalau pada kuartal keempat 2013,cara beli yang paling disukai adalah tunai bertahap, maka pada kuartal kedua 2017 cara beli yang digemari adalah mengangsur ke bank.

Baca juga: Gaji Rp3 Jutaan, Tapi Bisa Beli Apartemen di Kawasan Elite, Gimana Caranya?

Jadi, langkah BI merelaksasi kebijakan LTV memang berdampak cukup signifikan terhadap cara masyarakat memperoleh apartemen di Jakarta.

Hasil survei Colliers International Indonesia terhadap 120 proyek apartemen di Jakarta pada kuartal kedua 2017, menunjukkan adanya perubahan metode pembayaran daripda kuartal keempat 2013.

Ketika survei serupa digelar pada akhir 2013, saat itu tunai bertahap menjadi metode paling digemari. Saat itu, porsi metode itu mencapai 63%. Namun, pada kuartal kedua 2017 ini, turun menjadi 50%.

Single digit itu berpengaruh kepada metode orang beli apartemen. Jadi sebelumnya orang itu beli apartemen dengan cicilan ke bank hanya 16 persen secara keseluruhan cara pembayaran, sekarang meningkat dua kali lipat,” kata Ferry.

Jadi, jangan ragu atau menunda beli apartemen sekarang. Manfaatkan kebijakan kombinasi dari BI tersebut untuk punya unit apartemen.

 

rumah123.com